PULAU GADANG, TI. Komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau PLTA Koto Panjang terus diperkuat. Pemerintah Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, merangkul Rimba Satwa Foundation (RSF), sebuah organisasi nonpemerintah (NGO) yang bergerak di bidang observasi lingkungan hidup, untuk melaksanakan penghijauan di sejumlah lahan di sekitar kawasan waduk.
Dalam program penghijauan tersebut, RSF menargetkan penanaman sebanyak 500 pohon kehutanan yang akan dirampungkan dalam bulan ini. Berbagai jenis tanaman disiapkan, di antaranya aren, durian, labu, kuras, petai, serta tampui, tanaman khas Kampar yang menjadi bagian dari kekayaan hayati lokal.
Kegiatan ini tidak sekadar menanam pohon, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan Danau PLTA Koto Panjang agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Libatkan Pemuda Tempatan, Bangun Kepedulian terhadap Alam
Dalam menjalankan aktivitasnya, para relawan RSF untuk sementara bermarkas di objek wisata DeMAHLIGAI Glamping & Resort, Desa Pulau Gadang.
Tidak bergerak sendiri, RSF turut merangkul sejumlah pemuda tempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga flora dan fauna yang hidup di kawasan Danau PLTA Koto Panjang.
Keterlibatan pemuda lokal menjadi bagian penting dari upaya membangun gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Sebab, menjaga alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi tertentu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat, diharapkan tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan, sehingga kelestarian kawasan danau dapat terus dijaga dari waktu ke waktu.
Kades Pulau Gadang: Jangan Sampai Alam Rusak, Anak Cucu Kehilangan Warisan
Kepala Desa Pulau Gadang, Syofian, S.H., M.H., Dt. Majosati, menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas inisiatif serta kepedulian RSF yang telah mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah desanya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, organisasi pemerhati lingkungan, dan pemuda tempatan merupakan langkah positif untuk memastikan ekosistem di sekitar waduk PLTA Koto Panjang tetap terjaga.
“Kami sangat bangga dan bahagia atas kepedulian Rimba Satwa Foundation terhadap lingkungan di Desa Pulau Gadang. Kegiatan penghijauan ini merupakan investasi jangka panjang bagi kelestarian alam kita. Harapan kita, kawasan Danau PLTA Koto Panjang tetap hijau, flora dan faunanya terjaga, serta manfaatnya dapat dirasakan hingga anak cucu kita,” ungkap Syofian.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama mengambil peran dalam menjaga lingkungan, dimulai dari langkah sederhana yang memberikan dampak nyata bagi alam.
Menanam Hari Ini, Menjaga Kehidupan Esok Hari
Kawasan Danau PLTA Koto Panjang tidak hanya memiliki nilai strategis sebagai waduk pembangkit listrik, tetapi juga menyimpan potensi wisata, kekayaan alam, serta kehidupan flora dan fauna yang perlu dijaga bersama.
Karena itu, gerakan penghijauan yang melibatkan RSF dan pemuda tempatan ini diharapkan menjadi awal dari upaya pelestarian lingkungan yang lebih luas dan berkesinambungan.
Sebanyak 500 pohon yang ditargetkan ditanam bukan sekadar angka, melainkan simbol kepedulian terhadap masa depan lingkungan. Keberhasilan program ini nantinya juga akan ditentukan oleh perawatan tanaman, pemantauan pertumbuhan pohon, dan komitmen bersama untuk menjaga kawasan tersebut.
Dari Pulau Gadang, sebuah pesan ditegaskan: alam bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga titipan bagi anak cucu. Menanam pohon hari ini berarti menjaga kehidupan untuk masa depan.(ROMI)
