KAMPAR, TI – Proyek penyelengaraan jalan menuju SMP Negeri 1 Bangkinang terletak di desa Sipunguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar kembali menuai sorotan warga dan sejumlah LSM.
Proyek Overlay AC-WC yang dimotori dan dibawah kendali Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar melalui Dinas PUPR tersebut dengan banderol Rp. 1,28 miliar tersendat terbengkalai.
Ketua DPP Lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI) Tommy Turangan SH menyoroti pengerjaan proyek tersebut karena terlihat infrastruktur yang dikerjakan tidak menunjukkan kualitas yang baik dan asal asalan.
“Berapa item kegiatan terbengkalai seperti pekerjaan lining masih tampak setengah jadi, hamparan pengaspalan pun begitu, tidak menyatu dengan jalan lintas induk,” ucap Ketum LSM-AMTI, Tommy Turangan Kamis (12/2/26).
Menurut Turangan, proyek dengan budget senilai Rp. 1,28 miliar tersebut hasil pengerjaan dilapangan terlihat jauh dari baik, terlihat kualitasnya sangat tempang.
“Kualitas hasil pengerjaan sangat tidak relevan dengan anggaran yang disediakan terbilang sangat fantastis, kami menduga ada kerugian negara dalam proyek APBD tahun 2025 yang di kontraktor kan oleh CV Putra Makmur,” tegas Tommy Turangan.
Maka dari itu, Tommy Turangan mendesak agar aparat penegak hukum dapat segera turun ke lokasi dan menyelidiki proyek berbanderol fantastis tersebut Keberadaanya di desa Sipunguk.
Sebab ia menduga ada dugaan tindak pidana korupsi sehingga mengakibatkan kerugian negara dalam kegiatan tersebut anggaran fantastis namun pekerjaan justru belum berimbang dengan hasil serta kualitas hasil pekerjaan.
“Saya mendesak APH Riau memeriksa semua yang terlibat, termasuk penyedia jasa, kontraktor dan instansi terkait lainnya dalam proyek Overlay tersebut,” desak aktivis yang dikenal vokal tersebut. (TIM)*
