Kapitra, Aktivis 212; “Kalau Hanya Jokowi dan Prabowo Sebagai Capres, Saya Dukung Jokowi Saja”

by -185 views

Jakarta, transparansiindonesia.com – Aktivis 212, Kapitra Ampera mengatakan akan mendukung Jokowi dalam sebagai Presiden, jika Habib Rizieq tidak maju sebagai Capres dalam Pilpres 2019 mendatang. Hal ini dikatakannya karena bentuk kekecewaannya terhadap rekomendasi Ijtimak Ulama yang mengahasilkan nama Prabowo Subianto sebagai Capres.

“Kalau hanya Prabowo dan Jokowi, bentar dulu deh.., saya ikut partai saya. Kalau calonnya Prabowo sama Jokowi, saya dukung Jokowi,” kata Kapitra saat konferensi Pers di Hotel Bidakara Jakarta. (Minggu, 29/7).

Dia pun bersih keras menjadikan Habib Rizieq sebagai Capres , karena menurutnya seorang ulama lah yang oaling mengerti masalah bangsa, dia juga mengatakan kalau HRS sudah didorong ummat maka tidak bisa menolak.

UAS sudah menolak, kedua HRS nggak boleh menolak kalau umat menginginkan dia jadi calon presiden, kalau ummatnya meminta, dia nggak boleh nolak itu etikanya. Kalau umat yang minta amanah dia harus genggam itu. Meskipun itu barak dan tangannya melepuh,” ucap dia.

Baca juga:  Maju Cawapres Dampingi Prabowo, Sandiaga Resmi Mundur dari Kursi Wagub DKI Jakarta

Kapitra beralasan mengapa dia memilih Jokowi, karena dia mempunyai hak dan tidak ada piliham lainnya jika hanya ada dua nama yaitu Prabowo dan Jokowi.

“Alasannya (pilih Jokowi)? Saya juga punya hak. (Kalau) ‘asal jangan Jokowi’, kenapa nggak HRS? Kenapa harus orang lain? Kalau konsisten dengan perjuanagn itu aksi bela Islam, itu ya ulama dong jadi calon presiden supaya agama dan publik ini terjaga untuk menyejahterakan umat manusia,” imbuh dia.

Menurutnya, hanya HRS yang bisa meredamkan atmosfer pertentangan yang ada di Indonesia. Ia juga meminta kepada seluruh ulama berjuang masuk ke dalam sistem jangan hanya berteriak di jalan.

Baca juga:  Kembali ke Golkar, JWS Siap Berjuang Bersama CEP-SSL

“Ulamalah yang ngerti gimana hukum damai berdampingan, sehingga perbedaan itu tidak ditentangkan, kalau bukan ulama maka terjadilah pertentangan ini itu, atmosfer ini penuh limbah caci maki. Untuk itu saya dari awal berjuang supaya ulama tampil ke depan, jangan saja teriak-teriak di jalan, masuklah ke sistem lalu perbaikilah sistem sehingga tercipta Indonesia berkeadilan itu yang sesungguhnya,” tutur dia.

“Tapi kalau dua ini terus buat apa? Emang nggak ada anak bangsa lagi nih yang mampu menjadi pemimpin. Ya saya hanya kembali, Kalau hanya Prabowo-Jokowi ya saya dukung jokowi daripada saya golput,” tegas dia.

(red/TI)*