Begini Tanggapan Nasdem, Terkait PSI yang Kerap Kritik Anies Baswedan

DKI Jakarta58 Dilihat

Jakarta, transparansiindonesia.co.id — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DKI Jakarta pertanyakan arah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pasalnya PSI dinilai hanya asal mengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tanpa memberikan solusi yang ditawarkan.

Hal tersebut dikatakan anggota fraksi Partai Nasdem DKI Jakarta Wibi Andrino, karena menurutnya PSI hanya mengkritik kepemimpinan Anies Baswedan tanpa ada solusi yang ditawarkan.

“Sempat ada diskusi bersama teman-teman dari PSI, dan saya bertanya kemana sebenarnya arah politik PSI kedepannya, saya rasa mau serang-serang saja, tapi itu kan bisa menimbulkan disharmonisasi,” kata Wibi Andrino.

Untuk diketahui PSI yang dipimpin Ketua Umumnya Grace Natalie merupakan wajah baru di Parlemen DKI Jakarta, dengan meraih delapan kursi.

Baca juga:  Achmad Yurianto; "Warga di Daerah, Jangan Dulu Kembali ke Jakarta Ditengah Pandemi Covid-19 Saat Ini"

Meski berstatus pendatang baru namun PSI memang kerap melontarkan kritikan kepada Pemprov DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Anies Baswedan.

Salah satu yang dikritik oleh PSI kepada Anies Baswedan yakni Kebijakan Anies Baswedan mengenai kenaikan anggaran penyelenggaraan Formula E yang mencapai Rp.340 Milliar di APBD-P DKI Jakarta tahun 2019.

Dua kader dari partai itu juga sempat menggugat Anies Baswedan ke Mahkamah Agung soal penutupan trotoar Tanah Abang , dan MA pun memenangkan gugatan tersebut.

Sebanyak 106 anggota DKI Jakarta baru saja dilantik dan kinerja dari para anggota DPRD tersebut sangat dinantikan warga masyarakat, yang tentunya harus didukung oleh peran warga DKI Jakarta.

Baca juga:  Turangan; "Pentingnya Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, SSB JSS Hadir di Jakarta"

“106 anggota DPRD DKI Jakarta baru saja dilantik, dan diharapkan bekerja untuk warga Jakarta, namun saya nilai PSI hanya mencari-cari kesalahan Anies,” kata Wibi.

Ia mengatakan hal tersebut karena nantinya yang akan terjadi adalah faktor kebencian yang akan menonjol, sementara kita punya tanggung jawab moral kepada warga untuk menenangkan.

Dikatakan Wibi pula bahwa kritikan terhadap kebijakan Anies tetap harus dilakukan, apalagi Anies menurutnya masih punya skor 5 dari 10 pada dua tahun pemerintahannya.

“Kritik harus tetap dilakukan, agar Gubernur Anies tak berjalan sendirian, sebab kritik itu bukan berarti benci, namun objektivitas yang harus kita kedepankan,” tutup Wibi.

(T2)*