Projo Ingatkan SBY Untuk Jangan Bangunkan Macan Tidur

by -74 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Sekretaris Jenderal Pro Jokowi (Projo), Handoko menyayangkan pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang  menuding  Kepala Staf Kepresidenan  yang juga Pembina Projo. Moeldoko diduga turut campur dalam urusan internal kekisruhan di dalam Partai Demokrat

“Jadi tolong, jangan bangunkan macan tidur!!! Beliau sedang bekerja untuk membantu Presiden, bekerja sekuat tenaga mewujudkan visi Indonesia Maju. Kalau ada masalah internal, jangan mencari belas kasihan dengan cara memproduksi narasi dengan menempatkan Pak Moeldoko seolah musuh kader Demokrat,” kata Handoko.

Handoko juga menilai pernyataan SBY yang menyebut Moeldoko mengumpulkan tokoh-tokoh Partai Demokrat yang kecewa dengan situasi internal Demokrat tidak benar.

“Kembali saya tegaskan, Pak Moel yang saya kenal adalah tokoh yang sangat terbuka. Terbuka menerima siapa saja yang ingin bertemu. Beliau juga terbuka memberi berbagai masukan yang diminta,” kata Handoko dalam keterangan tertulis, Jumat 26 Februari 2021.

Baca juga:  Brace WTP, Bupati Tetty Paruntu Terima Penghargaan dari BPK-RI

Handoko minta SBY jangan menyamaratakan  Moeldoko dengan tokoh lain yang sangat formal yang  untuk bertemu saja harus melalui proses berbelit. “Lantas menganggap semua orang atau tokoh harus selektif dalam menerima tamu,” kata Handoko.

Sebagai Kepala Staf Kepresidenan, kata Handoko, Moeldoko bahkan mempunyai program KSP mendengar. Moeldoko menerima dan mendengar langsung berbagai keluhan dari masyarakat.

“Pak Moel berkali-kali menyebut bahwa beliau tetap fokus pada pekerjaan beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI yang sedemikian banyak dan memerlukan konsentrasi tinggi. Dalam 3 pekan terakhir, beliau juga disibukkan oleh persiapan pernikahan putri satu-satunya, yang digelar pada Sabtu, 20 Pebruari 2021 lalu,” kata Handoko.

Baca juga:  Wujud Kebersamaan Pemdes Dan Masyarakat, Desa Liningaan Laksanakan Kerja Bakti

” Saya tegaskan bahwa saya mengenal baik pak Moeldoko dan semakin dekat dengan beliau saat beliau mendapat tugas sebagai wakil ketua TKN Jokowi-Ma’ruf menjelang pemilihan presiden, saya membantu tugas beliau sebagai jembatan komunikasi berbagai kelompok relawan Jokowi dengan Presiden Jokowi,” ujar Handoko.

Menurutnya Moeldoko dikenal sebagai militer yang sangat konstitusional, taat pada asas dan aturan yang berlaku, sarat dengan prestasi. Selain menjadi lulusan teebaiydari Akademi Militer, Moeldoko juga selalu menjadi lulusan terbaik dalam setiap jenjang pendidikan yang dijalani.

“Pengangkatan pak Moeldoko sebagai Panglima TNI, itu memang sudah menjadi kelayakan dan sesuai dengan profesionalitas beliau, bukan sekedar hadiah atau kemurahan hati dari pak SBY, meskipun pak Moeldoko berkali-kali menyampaikan bahwa beliau tetap respek pada pak SBY,” tutup Handoko.

(red)**