Peduli Sinergitas Pemda Dan Kampus, FISIP Unsrat Gelar Seminar Bertaraf Nasional

SULUT343 Views

SULUT, TI – Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) Universitas Samratulangi Manado menggelar kegiatan seminar yang dilaksanakan pada Rabu 20 Agustus 2025.

Kegiatan seminar tersebut adalah sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sinergitas antara perguruan tinggi (Kampus) dengan pemerintah daerah.

Mengambil tema ‘Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Kaum Intelektual Dalam Rangka Membangun Daerah Menuju Indonesia Emas 2045’, adalah suatu kegiatan seminar yang bertaraf nasional.

Seminar tersebut dilaksanakan di Aula Lt. 2 FISIP Unsrat, dan menghadirkan dua orang pembicara atau narasumber ternama yang tentunya sangat berkompeten.

Dari narasumber nasional, hadir Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk M.Si seorang akademisi yang merupakan guru besar Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, sekaligus juga merupakan ketua lembaga akreditasi mandiri sosial, politik administrasi dan komunikasi.

Baca juga:  Kebijakan Pro Rakyat, Gubernur YSK Batalkan Kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor

Dari perwakilan pemerintah daerah, hadir kepala badan pemberdayaan masyarakat dan desa Provinsi Sulawesi Utara, Darwin Muksin S.Sos.

Dekan FISIP Unsrat, Dr Ferry Daud Liando, dalam sambutannya menjelaskan alasan di balik pemilihan tema ini.

Dijelaskannya bahwa, banyak kebijakan pemerintah daerah yang dinilai sejumlah pihak tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat, namun masih menjadi program rutin tahunan.

Hal tersebut sering terjadi karena pemerintah kurang memiliki data dan fakta akurat saat merumuskan kebijakan publik, walaupun ada kebijakan yang sebenarnya baik, implementasinya juga sering kali terhambat.

Baca juga:  Tuai Sorotan, LSM-AMTI Desak Bupati Minsel Copot Kadis Kesehatan

Liando juga menegaskan bahwa peran para ilmuwan kampus tidak hanya sebatas mengajar di kelas.

“Mereka banyak yang turun langsung ke lapangan mencari tahu permasalahan dan kebutuhan apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Setelah mengumpulkan data dari lapangan, para intelektual kembali ke kampus untuk menganalisis masalah tersebut menggunakan metode dan teori keilmuan.

“Dari hasil identifikasi itu maka dirumuskan solusi alternatif untuk memperbaiki kebijakan. Namun sayangnya, tidak semua intelektual memiliki akses ke ranah pengambil keputusan di pemerintah daerah,” tandas Liando.

Adapun kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis FISIP Unsrat ke-61 di tahun 2025. (T2)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *