Pembangunan SDN 017 Mangkrak, Turangan Minta APH Periksa PPTK Irwan Dan Mandor Proyek

RIAU8866 Views

ROHIL, TI – Pembangunan gedung dan berbagai fasilitas di SDN 017 Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menuai sorotan publik dan sejumlah LSM.

Pasalnya, pembangunan gedung SDN 017 hanya berprogres hingga 65 persen, dan terkesan mangkrak.

Dugaan pungli dan korupsi pun menguak dalam proses pengerjaan pembangunan sekolah tersebut, yang diduga melibatkan PPTK (DAK) dengan nama Irwan.

Sorotan datang dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI).

Melalui Ketua Umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH mengatakan bahwa bangunan sekolah dan Infrastruktur penunjang lainnya merupakan sangat penting dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca juga:  Hukum Tumpul Ke Atas, Tajam Ke Bawah; 400 Ribu VS 80 Kg Sawit

Namun kenyataannya, banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang ingin mengambil keuntungan lebih dengan tidak memperhatikan maksud dan tujuan kegiatan pembangunan.

Kata Turangan, ada dugaan PPTK Irwan menerima setoran dari mandor yang melaksanakan pengerjaan pembangunan sekolah tersebut.

Sehingga, dipastikan Turangan bahwa Irwan sang PPTK mendapatkan keuntungan lebih walaupun pelaksanaan pengawasan proyek pengerjaan kurang optimal.

Maka dari itu, LSM-AMTI melalui Ketua Umum DPP Tommy Turangan SH mendesak agar aparat penegak hukum dapat menyelidiki proyek pengerjaan pembangunan SDN 017 Balai Jaya dan memeriksa oknum PPTK Irwan.

Baca juga:  Revisi UU KPK, LSM-AMTI; KPK Layak Dibubarkan Atau Dibentuk Ulang Secara Independen..??

“Ada indikasi kerugian uang negara dalam proyek pembangunan SDN 017 Balai Jaya, oknum PPTK diduga menerima setoran dari mandor proyek, maka aparat penegak hukum diminta untuk segera melakukan penyelidikan dan memeriksa PPTK Irwan dan Mandor proyek tersebut, tangkap dan penjarakan oknum-oknum yang menimbulkan kerugian negara,” tegas Tommy Turangan SH. (T2)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *