Ramadhan Penuh Kepedulian, Polda Sulut Santuni 100 Anak Yatim dalam Buka Puasa Bersama

“Kapolda Irjen Pol Roycke Harry Langie Pimpin Santunan Anak Yatim di Mapolda Sulut”.

foto saat kegiatan berlangsung.
foto saat kegiatan berlangsung.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HUKRIK, HUMAS POLDA SULUT,- Momentum Bulan Suci Ramadhan dimanfaatkan jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, untuk memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan kemanusiaan dengan masyarakat.

Melalui kegiatan bakti sosial yang dipadukan dengan buka puasa bersama, institusi kepolisian tersebut memberikan santunan kepada 100 anak yatim dari sejumlah panti asuhan di wilayah Manado dan sekitarnya.

Kegiatan penuh nuansa kebersamaan tersebut berlangsung di Aula Catur Prasetya Mapolda Sulut pada Rabu (11/3/2026). Suasana kekeluargaan tampak terasa sejak awal acara, ketika para anak yatim disambut langsung oleh pimpinan kepolisian daerah beserta jajaran pejabat utama.

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie hadir memimpin kegiatan tersebut, didampingi sejumlah pejabat utama di lingkungan Polda Sulut. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda secara simbolis menyerahkan santunan kepada para anak yatim sebagai bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan kepolisian di wilayah hukum Sulawesi Utara, di antaranya Kapolresta Manado, Kapolres Bitung, Kapolres Minahasa, Kapolres Minahasa Utara, serta Kapolres Tomohon. Kehadiran Ketua dan jajaran Pengurus Daerah Bhayangkari Sulawesi Utara turut menambah nuansa kekeluargaan dalam kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan tersebut.

Baca juga:  Richard Sualang Nyatakan Siap Pimpin KONI Manado, Targetkan Reformasi Pembinaan Atlet dan Prestasi Daerah

Rangkaian acara juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Da’i Polri dari Polres Kotamobagu, Herdianto Mamonto. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan tentang empat golongan manusia yang dirindukan oleh surga.

Empat golongan tersebut meliputi orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an, individu yang mampu menjaga tutur kata, pihak yang gemar memberi makan kepada orang yang membutuhkan, serta umat yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan selama bulan Ramadan.

Pesan spiritual tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai keimanan sekaligus mendorong setiap individu untuk memperbanyak amal kebajikan selama bulan suci.

Kabid Humas Polda Sulut Alamsyah P. Hasibuan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial kepolisian yang bertujuan memperkuat hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama anak yatim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata implementasi nilai kemanusiaan yang selalu dijunjung tinggi oleh institusi kepolisian.

“Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan kepedulian sosial. Kegiatan berbagi kasih yang digelar melibatkan tidak hanya anggota Muslim, tetapi juga rekan-rekan non-Muslim yang turut hadir dalam suasana penuh toleransi,” ujar Alamsyah.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara yang dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.

Baca juga:  LSM-AMTI Minta APH Periksa Proyek Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan

Dalam kegiatan tersebut, Polda Sulut mengundang sebanyak 100 anak yatim yang berasal dari tiga panti asuhan berbeda, yakni Panti Asuhan Nurul Hidayah Sea, Panti Asuhan Darussadah, serta Panti Asuhan An-Nur.

Kehadiran anak-anak tersebut mendapat sambutan hangat dari jajaran kepolisian yang berusaha menghadirkan suasana kekeluargaan selama kegiatan berlangsung. Santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para anak yatim sekaligus menjadi bentuk perhatian nyata dari institusi kepolisian terhadap masyarakat.

Polda Sulut berharap kegiatan sosial semacam tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat.

“Kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu kunci utama keberhasilan tugas kepolisian. Melalui kegiatan kemanusiaan seperti kegiatan santunan dan buka puasa bersama, diharapkan tercipta hubungan yang semakin erat antara kepolisian dan masyarakat,” jelas Alamsyah.

Ia juga berharap semangat berbagi selama Ramadan mampu membawa keberkahan bagi seluruh jajaran kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sulawesi Utara.

“Kegiatan tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi pelaksanaan tugas kepolisian ke depan, sehingga setiap pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *