Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah-2026, Polda Sulut dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Manado

“Sinergi Polda Sulut dan Bulog Bantu Warga Manado Dapatkan Sembako Murah Jelang Idul Fitri”.

foto kegiatan
foto kegiatan

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, EKONOMI BISNIS,- Menjelang momentum hari besar keagamaan, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara bersama Perum Bulog Wilayah Sulawesi Utara–Gorontalo, menggelar Gerakan Pangan Murah.

Kegiatan merupakan langkah konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok, sekaligus membantu masyarakat menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (13/3/2026) di halaman kantor Perum Bulog Wilayah Sulawesi Utara–Gorontalo, di Manado, mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolda Sulawesi Utara Awi Setiyono, sejumlah pejabat utama Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, serta perwakilan instansi terkait yang terlibat dalam pengendalian distribusi dan stabilisasi harga pangan di wilayah Sulawesi Utara.

Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono menjelaskan, bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah bersama Polri untuk merespons fluktuasi harga komoditas pangan yang biasanya terjadi menjelang hari raya keagamaan.

Menurutnya, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar sering kali berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional maupun modern.

“Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar hari ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Kapolri. Seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Mabes Polri hingga Polda di berbagai daerah, secara serentak melaksanakan kegiatan serupa untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Brigjen Pol Awi Setiyono di sela kegiatan.

Baca juga:  Bapenda Sulut Bongkar Kelalaian Pemkab Minut, Dana Pajak Kendaraan Terancam Disetop

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara Polda Sulut dan Bulog menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam memastikan distribusi pangan berjalan lancar serta mengantisipasi potensi gejolak harga di pasar.

Gerakan Pangan Murah juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, sebuah operasi kepolisian yang digelar secara nasional setiap tahun untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.

Dalam operasi tersebut, pengamanan tidak hanya difokuskan pada aspek lalu lintas, keamanan, serta ketertiban masyarakat, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.

“Menjelang hari raya, kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut sering memicu lonjakan harga sejumlah komoditas pangan. Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah bersama kepolisian berupaya menekan dampak kenaikan harga serta memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” jelas Wakapolda.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan biaya yang lebih hemat.

Beberapa komoditas yang disediakan antara lain:

Beras SPHP: Rp55.000 per 5 kilogram (turun dari harga sebelumnya Rp58.000)

Beras Premium Dua Merpati: Rp50.500 per 5 kilogram

Cabai rawit: Rp38.000 per kilogram

Bawang merah: Rp33.000 per kilogram

Bawang putih: Rp30.000 per kilogram

Gula pasir: Rp15.500 per kilogram

Minyak goreng: Rp14.500 hingga Rp15.000 per liter.

Selain bahan pokok tersebut, masyarakat juga dapat membeli komoditas tambahan seperti telur ayam, daging ayam segar, serta berbagai jenis sayur-mayur yang dihadirkan melalui kerja sama dengan vendor dan mitra binaan Bulog.

Baca juga:  Kasus Gedung Mentalitas Pancasila UNIMA Disorot, Tommy Turangan Siap Laporkan Dugaan Korupsi ke KPK

Ketersediaan komoditas yang cukup beragam tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan keluarga menjelang Idul Fitri tanpa harus menghadapi tekanan harga yang tinggi di pasar.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah mendapat sambutan positif dari masyarakat Kota Manado. Banyak warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah yang cukup untuk persiapan menjelang hari raya.

Beberapa warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan program tersebut, terutama di tengah kondisi harga bahan pangan yang cenderung mengalami kenaikan setiap menjelang hari besar keagamaan.

Selain memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga dan distribusi pangan melalui kerja sama antara pemerintah, lembaga negara, dan sektor distribusi pangan nasional.

Menutup kegiatan tersebut, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono berharap program Gerakan Pangan Murah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, khususnya warga Kota Manado dan sekitarnya, dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026. Semoga langkah ini dapat memberikan manfaat langsung serta menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Sulawesi Utara,” tutupnya.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan Bulog diharapkan terus diperkuat agar program serupa dapat digelar secara berkelanjutan, terutama pada momen-momen penting yang berpotensi memicu lonjakan harga bahan pokok.

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *