Hj. Soeprapti Moha Djumangin Resmi Nahkodai Muslimat NU Minahasa Utara Masa Khidmat 2026–2030

“Pelantikan Muslimat NU Minahasa Utara,Tegaskan Komitmen Pengabdian Demi Umat dan Bangsa”.

Foto saat kegiatan berlangsung.
Foto saat kegiatan berlangsung.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID,MINAHASA UTARA,- Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Minahasa Utara masa khidmat 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi penuh khidmat, sarat nuansa religius, serta diwarnai semangat kebersamaan, sekitar Rabu (15/7/26) Siang tadi.

Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Minahasa Utara dalam memperkuat peran dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan perempuan, serta pembinaan keluarga menuju kehidupan umat lebih sejahtera dan berakhlak.

Pelantikan berlangsung di hadapan ratusan peserta terdiri atas tokoh agama, para imam, pengurus Muslimat NU dari berbagai daerah, serta sejumlah undangan dari unsur pemerintahan dan lembaga keagamaan.

Hadir pula perwakilan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, perwakilan Kapolsek Airmadidi, jajaran Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Utara, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta perwakilan Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara.

Suasana khidmat telah terasa sejak awal kegiatan. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an mengawali rangkaian acara sebelum memasuki agenda utama berupa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pengurus baru.

Seluruh peserta tampak mengikuti jalannya prosesi dengan penuh perhatian sebagai bentuk penghormatan terhadap amanah organisasi.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Utara, Hj.Sartje Mokoginta dalam kesempatan tersebut dilakukan pengambilan sumpah jabatan sebagai bentuk legitimasi dan pengesahan kepengurusan baru. Setiap pengurus mengucapkan ikrar untuk menjalankan tugas organisasi secara jujur, amanah, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.

Sebelum pengambilan sumpah, panitia membacakan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muslimat Nahdlatul Ulama mengenai susunan Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Minahasa Utara masa khidmat 2026–2030.

Pembacaan SK menjadi dasar hukum organisasi sekaligus menegaskan keabsahan kepengurusan hasil mekanisme organisasi sesuai aturan berlaku.

Berdasarkan keputusan tersebut, Hj. Soeprapti Moha Djumangin, S.Sos. dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Minahasa Utara untuk lima tahun mendatang.

Kepercayaan tersebut disambut dengan rasa syukur sekaligus kesadaran terhadap tanggung jawab besar dalam memimpin organisasi perempuan terbesar di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurut Soeprapti, amanah organisasi bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk pengabdian kepada umat dan upaya mencari keridaan Allah SWT.

Baca juga:  Polda Sultra Hentikan Penyelidikan Dugaan Perzinahan Antara Jaksa-Polisi, Kejati Sulut Imbau Publik Cermat Bermedia Sosial

Dalam sambutannya, Soeprapti mengajak seluruh muslimah di Kabupaten Minahasa Utara untuk senantiasa meluruskan niat dalam setiap aktivitas organisasi. Menurutnya, seluruh program, kegiatan, maupun bentuk pengabdian harus dilandasi semangat ibadah serta keikhlasan demi memperoleh rida Allah SWT.

“Marilah seluruh muslimah menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian. Setiap langkah, setiap program, setiap pekerjaan hendaknya diniatkan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Apabila niat telah lurus, Insya Allah seluruh perjuangan akan bernilai ibadah,” ujarnya.

Soeprapti menegaskan perjalanan sebuah organisasi tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan akan dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber daya, kebutuhan pembiayaan kegiatan, hingga tuntutan pelayanan kepada anggota dan masyarakat. Karena alasan tersebut, semangat pengorbanan perlu tertanam kuat dalam diri setiap pengurus.

Menurutnya, memimpin organisasi membutuhkan kesediaan untuk meluangkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi keberlangsungan program kerja. Kendati demikian, seluruh pengorbanan akan terasa ringan apabila dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.

“Organisasi memerlukan pengorbanan. Ada waktu keluarga terpaksa dibagi untuk kepentingan umat, ada tenaga dan pikiran tercurah demi keberhasilan program. Bahkan dalam kondisi tertentu dibutuhkan dukungan materi. Semua pengorbanan tersebut akan bernilai apabila dilandasi keikhlasan serta semangat pengabdian,” katanya.

Lebih lanjut, Soeprapti mengakui keberhasilan organisasi tidak mungkin dicapai oleh seorang ketua semata. Dibutuhkan kekompakan seluruh jajaran pengurus, partisipasi anggota, serta dukungan berbagai pihak agar roda organisasi dapat berjalan secara maksimal.

Karena alasan tersebut, Dirinya membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh pengurus untuk memberikan masukan, saran, kritik membangun, serta gagasan kreatif demi kemajuan organisasi.

“Saya membutuhkan dukungan seluruh pengurus dan anggota. Bimbingan, arahan, saran, serta masukan sangat diperlukan agar organisasi mampu berkembang lebih baik. Kepemimpinan bukan tentang seorang ketua, melainkan kerja kolektif seluruh keluarga besar Muslimat NU,” tuturnya.

Baca juga:  LSM-AMTI Desak KPK Segera Periksa Rhismono Dan Kepala BPJN Sulut

Soeprapti juga berharap Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Utara terus memberikan pendampingan, pembinaan, serta arahan strategis sehingga program-program organisasi dapat berjalan sesuai visi besar Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, hubungan harmonis antara pengurus cabang dan pengurus wilayah akan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya memohon arahan dari Muslimat NU Sulawesi Utara agar terbangun kerja sama harmonis, komunikasi intensif, serta sinergi berkelanjutan demi kemajuan organisasi. Kebersamaan menjadi modal utama untuk mewujudkan program-program bermanfaat bagi umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Utara, Hj.Sartje Mokoginta dalam arahannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus baru.

Kepengurusan periode 2026–2030 diharapkan mampu menghadirkan program kerja nyata menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan, anak, keluarga, serta kelompok rentan.

Muslimat NU, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kualitas pendidikan keluarga, serta membangun ketahanan sosial masyarakat.

Selain menjadi organisasi perempuan keagamaan, Muslimat NU juga diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah dalam berbagai program pembangunan sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta penguatan karakter generasi muda.

Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, jajaran Kementerian Agama, serta tokoh agama pada pelantikan tersebut menunjukkan dukungan luas terhadap kiprah Muslimat NU sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan.

Dukungan lintas sektor dinilai penting guna memperkuat sinergi dalam mewujudkan pembangunan daerah berbasis nilai-nilai religius dan kemanusiaan.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa bersama memohon keberkahan, keselamatan, serta petunjuk Allah SWT bagi seluruh pengurus dalam menjalankan amanah organisasi selama masa khidmat 2026–2030.

Melalui kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Hj. Soeprapti Moha Djumangin, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Minahasa Utara diharapkan mampu memperluas pengabdian kepada masyarakat.

memperkuat persatuan umat, meningkatkan kualitas kehidupan perempuan muslim, serta menghadirkan berbagai program strategis berorientasi pada kemaslahatan bersama demi terwujudnya masyarakat religius, harmonis, dan sejahtera.

 

(Kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *