“Sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan serta komitmen TNI AL,dalam mendukung perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, MELONGUANE,TALAUD,– Kepedulian terhadap keselamatan warga kembali ditunjukkan TNI Angkatan Laut melalui Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) VIII, dengan melaksanakan evakuasi medis terhadap seorang korban pemukulan yang terjadi akibat kesalahpahaman di wilayah Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Langkah cepat tersebut dilakukan pada Minggu (25/1) sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan serta komitmen TNI AL dalam mendukung perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., melalui Kepala Dinas Kesehatan Kodaeral VIII, menginstruksikan pengerahan tim kesehatan guna memberikan penanganan medis secara optimal sejak tahap awal hingga proses rujukan lanjutan ke fasilitas kesehatan rujukan di Kota Manado.
Korban yang mengalami luka fisik akibat peristiwa pemukulan segera mendapatkan tindakan medis awal di wilayah Talaud untuk menstabilkan kondisi kesehatan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim kesehatan, korban memerlukan perawatan lanjutan dengan fasilitas medis yang lebih lengkap, sehingga diputuskan untuk dilakukan evakuasi menuju Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.
Proses evakuasi dilaksanakan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal penumpang dari Kepulauan Talaud menuju Kota Manado.
Selama perjalanan, tim kesehatan Kodaeral VIII secara intensif memantau kondisi korban, memastikan kebutuhan medis terpenuhi, serta menjaga stabilitas kesehatan hingga tiba di pelabuhan tujuan.
Koordinasi lintas pihak menjadi kunci kelancaran proses evakuasi,Tim Kodaeral VIII bekerja sama dengan unsur terkait sehingga seluruh tahapan, mulai dari persiapan, pengawasan medis selama pelayaran, hingga penyerahan korban kepada pihak rumah sakit, dapat berjalan aman dan tertib tanpa hambatan berarti.
Setibanya di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, korban langsung ditangani oleh tim medis rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan sesuai prosedur dan standar medis.
Penanganan cepat tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan korban serta meminimalkan risiko komplikasi akibat luka yang dialami.
Pelaksanaan evakuasi medis tersebut menegaskan peran TNI AL bukan hanya sebagai garda pertahanan negara di wilayah maritim, tetapi juga sebagai institusi yang aktif menjalankan misi kemanusiaan.
Kodaeral VIII menunjukkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam merespons situasi darurat yang menyangkut keselamatan warga, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Melalui tindakan nyata tersebut, TNI AL kembali memperkuat kepercayaan publik terhadap peran aparat negara dalam memberikan perlindungan, bantuan, dan pelayanan kemanusiaan secara cepat, terukur, serta bertanggung jawab, sejalan dengan nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
