“Siloam Hospitals Manado Perkuat Layanan Stroke Ready Hospital Berbasis Teknologi Modern”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, KESEHATAN, MANADO,- Manajemen Siloam Hospitals Manado menggelar kegiatan Media Gathering sekaligus buka puasa bersama bersama kalangan jurnalis pada Kamis,( 12/3/26).
Forum komunikasi tersebut mengangkat tema pentingnya penanganan stroke pada masa kritis, atau golden period guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyakit pembuluh darah otak.
Kegiatan berlangsung di Kota Manado dengan menghadirkan tenaga medis spesialis saraf sebagai narasumber utama. Agenda edukasi kesehatan bertujuan memperluas pemahaman publik mengenai gejala awal stroke, faktor risiko, serta urgensi penanganan medis secara cepat dan tepat.
Dokter Spesialis Saraf dr. Gilbert Tangkudung, SpN, Subs NIOOK, FINS, FINA (K) menjelaskan bahwa kasus stroke tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, tenaga medis menemukan tren peningkatan kasus stroke pada kelompok usia produktif.
Menurut dr. Gilbert, perubahan pola hidup, tingkat stres tinggi, serta meningkatnya prevalensi penyakit metabolik turut berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
“Stroke tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut. Tren klinis menunjukkan peningkatan kasus pada kelompok usia produktif. Melalui program edukasi kesehatan, manajemen rumah sakit berupaya memastikan setiap pasien memperoleh respons medis cepat, akurat, serta terintegrasi sejak fase pra-rumah sakit, fase akut di instalasi gawat darurat, hingga tahap rehabilitasi,” ujar dr. Gilbert dalam sesi pemaparan.
Dalam dunia medis lanjut Gilbert, penanganan stroke memiliki fase kritis bernama golden period, yaitu rentang waktu 4,5 jam pertama sejak gejala muncul. Periode tersebut menjadi penentu utama keberhasilan terapi medis.
“Apabila pasien memperoleh penanganan cepat selama periode kritis tersebut, peluang pemulihan fungsi otak meningkat secara signifikan. Sebaliknya, keterlambatan penanganan dapat memicu kerusakan jaringan otak secara permanen serta meningkatkan risiko kecacatan bahkan kematian,” jelasnya.
Sementara itu, dr. Jonathan Surentu- Head Dept. Emergency Siloam Hospitals Manado mengatakan bahwa, Gejala awal stroke antara lain meliputi perubahan bentuk wajah secara mendadak, kelemahan pada tangan atau kaki, kesulitan berbicara, hingga gangguan keseimbangan tubuh.
Seraya mengimbau masyarakat segera membawa pasien menuju fasilitas kesehatan terdekat apabila menemukan tanda-tanda tersebut. “Penanganan cepat memberikan kesempatan lebih besar bagi dokter untuk melakukan terapi medis yang dapat meminimalkan kerusakan jaringan otak,” ungkap Surentu.
Lanjutnya, Komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan mendorong Siloam Hospitals Manado mengembangkan program Stroke Ready Hospital.
“Program tersebut menghadirkan sistem penanganan terpadu dengan dukungan teknologi diagnostik modern serta tim medis multidisiplin,” tandasnya.
Sementara itu pula, Ir. Reza R. Lonardy MM, PMP, IPM- Head of Business Div mengatakan, Fasilitas medis meliputi perangkat CT Scan dan MRI resolusi tinggi untuk mendeteksi kondisi pembuluh darah otak secara cepat dan akurat. “Peralatan tersebut memungkinkan dokter menentukan diagnosis serta strategi terapi secara lebih presisi.
Selain dukungan teknologi, rumah sakit juga menyiapkan tim medis lintas disiplin terdiri atas dokter spesialis neurologi, dokter bedah saraf, radiolog, tenaga perawat, radiografer, apoteker, serta tenaga kesehatan profesional lain,” tuturnya.
Lanjutnya, Seluruh tim siaga selama 24 jam guna memastikan proses penanganan pasien berjalan optimal.
Pendekatan multidisiplin dianggap krusial dalam manajemen stroke karena penyakit tersebut membutuhkan koordinasi cepat antarunit medis sejak pasien tiba di instalasi gawat darurat.
“Melalui kegiatan media gathering, manajemen rumah sakit juga mendorong masyarakat agar meningkatkan kesadaran terhadap faktor risiko stroke. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit tertentu,”tambahnya.
Disatu sisi lainya,dr. Gilbert Tangkudung, SpN, Subs NIOOK, FINS, FINA (K), menambahkan kembali, Beberapa faktor risiko utama antara lain hipertensi, diabetes mellitus, kadar kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, serta riwayat keluarga dengan penyakit stroke.
“Pemeriksaan kesehatan rutin memberikan peluang deteksi dini terhadap gangguan metabolik maupun kelainan pembuluh darah sehingga tindakan medis dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi serius.
Selain pemeriksaan medis, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, serta pengelolaan stres secara seimbang,” jelasnya.
Manajemen rumah sakit menilai media massa memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat luas. Kolaborasi antara institusi kesehatan dan insan pers diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan publik serta mendorong masyarakat lebih responsif terhadap gejala penyakit serius seperti stroke.
Forum media gathering menjadi ruang dialog antara tenaga medis dan jurnalis guna memperkuat penyebaran informasi berbasis data medis.
Melalui sinergi tersebut, pesan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini, penanganan cepat, serta pencegahan stroke dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sebagai bagian dari jaringan PT Siloam International Hospitals Tbk, rumah sakit Siloam berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Sejak berdiri pada 1996, grup rumah sakit tersebut mengelola 41 rumah sakit serta 73 unit klinik yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jabodetabek hingga wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, serta Maluku.
Operasional layanan kesehatan didukung lebih dari 2.000 dokter umum dan dokter spesialis serta sekitar 10.000 tenaga perawat dan staf profesional. Jaringan layanan tersebut melayani hampir dua juta pasien setiap tahun.
Dalam perkembangan terbaru, Siloam juga menerima sejumlah penghargaan internasional pada Healthcare Asia Awards 2025, termasuk kategori Clinical Service Initiative of the Year Indonesia atas pengembangan program Stroke Ready Hospital.
Pengakuan global turut datang dari majalah internasional Newsweek, yang menempatkan Siloam sebagai salah satu perusahaan layanan kesehatan paling terpercaya di dunia dalam daftar World’s Most Trustworthy Companies 2025.
Melalui berbagai inovasi layanan kesehatan, manajemen rumah sakit menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan medis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan berstandar internasional di Indonesia.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
