Pulau Manado Tua Dilanda Kekeringan, Bantuan Air Terus Disalurkan 

“Camat bunaken kepulauan,Imanuel Mandak katakan: Terimakasih gubernur sulawesi utara dan walikota manado telah membantu meringankan warga dalam mendapati air bersih”.

Foto karikatur
Foto karikatur

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PEMERINTAHAN, MANADO,- Kemarau berkepanjangan selama hampir tiga bulan mulai memberikan tekanan serius terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado. Minimnya curah hujan membuat sumber air masyarakat semakin terbatas, terutama bagi warga yang selama bertahun-tahun mengandalkan tampungan air hujan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pulau Manado Tua menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling terasa, khususnya masyarakat Lingkungan 3 serta Lingkungan 4. Ketergantungan terhadap air hujan membuat warga menghadapi persoalan ketika hujan tidak kunjung turun dalam kurun waktu cukup panjang.

Camat Bunaken Kepulauan, Imanuel Mandak, saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026), menjelaskan bahwa kondisi cuaca kering telah menyebabkan persediaan air masyarakat mengalami penurunan cukup signifikan.

“Atas nama pemerintah Kecamatan maupun masyarakat Kecamatan Bunaken Kepulauan, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Utara serta Bapak Wali Kota Manado yang sangat memperhatikan kebutuhan air bersih di Kecamatan Bunaken Kepulauan,” ujar Mandak.

Menurut Mandak, persoalan ketersediaan air bersih semakin terasa di sejumlah kawasan kepulauan lantaran sumber air masyarakat sangat bergantung pada kondisi cuaca. Situasi paling memprihatinkan terjadi di Pulau Manado Tua, terutama Lingkungan 3 serta Lingkungan 4.

Baca juga:  Polres Bitung Tangani Cepat Kasus Penganiayaan Berujung Luka Bakar, Terduga Pelaku Berhasil Diamankan

“Karena sudah hampir tiga bulan tidak ada hujan, ada beberapa daerah yang sangat terdampak, terutama di Pulau Manado Tua Lingkungan 3 dan 4. Kebutuhan air bersih masyarakat selama ini lewat tampungan air hujan,” jelasnya.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah mengambil langkah tanggap melalui pendistribusian air bersih dari wilayah daratan menuju kawasan kepulauan. Upaya tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kota Manado, dengan dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia serta jajaran Polairud.

Distribusi bantuan air bersih telah menyasar sejumlah wilayah kepulauan, termasuk Pulau Bunaken serta Pulau Manado Tua. Langkah tersebut menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama periode kekeringan berlangsung.

Mandak menyampaikan bahwa bantuan air bersih telah memberikan manfaat nyata bagi warga. Meskipun jumlah pasokan belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat, bantuan tersebut dinilai cukup membantu mengurangi tekanan akibat terbatasnya persediaan air.

“Masyarakat sekarang sudah merasakan dampak dari bantuan tersebut. Paling tidak bantuan tersebut mengurangi kesulitan dalam memperoleh air bersih,” katanya.

Baca juga:  Elite Politik Gunakan Segala Cara Ingin Jatuhkan Gibran, Turangan; Kepolisian Harus Tuntaskan Kasus Roy Dan Denny

Namun, kebutuhan terhadap pasokan tambahan masih terbuka lebar. Kondisi cuaca kering yang belum sepenuhnya berakhir berpotensi memperpanjang keterbatasan sumber air masyarakat, sehingga kesinambungan distribusi menjadi faktor penting untuk memastikan kebutuhan sehari-hari warga tetap terpenuhi.

Mandak berharap bantuan dapat terus diberikan selama kemarau masih berlangsung. Ia menyebut masyarakat tetap mengapresiasi perhatian pemerintah, meskipun volume bantuan masih perlu ditingkatkan agar jangkauan pelayanan dapat mencakup kebutuhan warga secara lebih optimal.

“Walaupun memang masih tetap dibutuhkan tambahan bantuan, tetapi masyarakat sudah bersyukur dengan bantuan yang ada saat ini,” pungkasnya.

Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan pun berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, pemerintah pusat serta unsur terkait dapat terus diperkuat. Keberlanjutan distribusi air bersih dinilai penting sebagai langkah menjaga kebutuhan dasar masyarakat kepulauan sekaligus mencegah dampak kekeringan berkembang menjadi persoalan sosial lebih luas.

Di tengah ketidakpastian turunnya hujan, pasokan air bersih bukan sekadar bantuan sementara, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dipastikan keberlangsungannya bagi masyarakat Pulau Manado Tua serta wilayah kepulauan lainnya.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *