Elite Politik Gunakan Segala Cara Ingin Jatuhkan Gibran, Turangan; Kepolisian Harus Tuntaskan Kasus Roy Dan Denny

Nasional52 Views

JAKARTA, TI – Upaya-upaya dari para elite politik untuk menjatuhkan Gibran Rakabuming Raka dari kursi Wakil Presiden Republik Indonesia, mendapat sorotan dan kecaman dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI).

Ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH mengatakan bahwa para elit politik yang selalu menyerang Jokowi dan Gibran, menurutnya adalah para elit politik yang dahulunya tidak dipakai dan juga ada elit politik yang pernah dipecat Jokowi ketika beliau menjadi Presiden.

Sehingga, dijelaskan Turangan mereka-mereka terus berupaya untuk menjatuhkan Jokowi dan Gibran, termasuk menjatuhkan elektabilitas Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut dikatakan Tommy Turangan SH disinyalir karena kepentingan untuk Pilpres mendatang.

Baca juga:  LSM-AMTI Minta KPK Selidiki Anggaran Rp. 5,8 Miliar Diskominfo Kampar, Turangan; Dugaan Terjadi Kongkalikong

Turangan pun menyoroti dua sosok yang begitu getol ingin menjatuhkan Gibran Rakabuming Raka dari kursi Wapres, yakni Roy Suryo dan Denny Indrayana.

“Roy Suryo dan Denny Indrayana merupakan dua aktor yang selalu ingin menjatuhkan Gibran bahkan juga sempat mempermasalahkan ijazah Jokowi, padahal mereka pernah tersangkut kasus, apalagi Denny Indrayana yang saat ini kasusnya kembali dibuka dan sedang ditangani oleh APH,” ujar Turangan.

Ia pun menuding bahwa tuduhan-tuduhan yang dilayangkan ke Gibran Rakabuming Raka oleh dua tokoh tersebut sengaja diangkat guna menutupi kasus yang menyeret mereka dan ditangani oleh kepolisian.

“Bisa jadi ini merupakan skenario dari para elite politik yang kalah di pilpres maupun para pendukungnya mempermasalahkan ijazah Gibran karena takut kalah lagi di pilpres mendatang,” tutur Tommy Turangan.

Baca juga:  LSM AMTI Desak Kejati dan Polda Usut Anggaran KPU Sulawesi Utara

Langkah-langkah Gibran sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Prabowo Subianto terus mendapat dukungan dan support dari rakyat, tapi anehnya karena kepentingan elit politik sengaja ada yang terus ingin menjatuhkannya.

“Akar masalah kegaduhan di negeri ini ada dua yakni pertama ada orang gagal pilpres dan pengikutnya juga tidak terima, dan kedua koruptor dan mafia yang dulu merasa nyaman kini mulai terusik, ketika ruang gerak mereka menyempit, berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan kepentingan,” tegasnya. (T2)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *