Kapolri; “Tindakan Tegas Akan Diberikan Bagi Preman yang Coba Lakukan Sweeping Jelang Natal dan Tahun Baru”

Nasional642 Views

Jakarta/transparansiindonesia.com – Polisi tak memperbolehkan adanya razia (sweeping) liar oleh kelompok masyarakat di malam perayaan tahun baru 2018 nanti. Soalnya Indonesia adalah negara yang menghargai keberagaman.

“Pengamanan juga kegiatan-kegiatan keagamaan. Ini negara Bhinneka Tunggal Ika, negara yang menghargai keberagaman. Ini juga sama, tidak boleh ada sweeping segala macam,” kata Tito di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Pelarangan sweeping tak akan dilakukan dengan cara represif. Tito memerintahkan agar para polisi mengedepankan cara-cara persuasif, namun jika terjadi pelanggaran tetaplah harus ditegasi.

“Lakukan dengan cara-cara soft, pendekatan ke semua tokoh. Kalau ada yang melanggar, lakukan penegakan hukum,” kata Tito.

Baca juga:  LSM-AMTI Sebut Menteri Purbaya Jangan Asal Ngomong Terkait Dana APBD Jabar

Polisi menamai pengamanan malam tahun baru 2018 sebagai Operasi Lilin. Banyak hal yang akan diamankan, meliputi pengamanan dari aksi terorisme, aksi mafia sembako, kemacetan lalu lintas, hingga kejahatan jalanan.

Sebelumnya diberitakan, Operasi Lilin ini juga akan fokus pada pemberantasan preman-preman. Bila pejabat polisi wilayah setempat tak mampu memberantas preman, maka Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mencopot pejabat polisi.

“Yang nggak bisa bersihkan (preman), ya saya copot,” kata Tito di lokasi yang sama.
Bersihkan Preman 
Operasi Lilin untuk menghadapi Tahun Baru 2018 bakal diwarnai pemberantasan preman-preman. Bila pejabat polisi wilayah setempat tak mampu memberantas preman, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mencopot polisi tersebut.

Baca juga:  KDM Minta Penjelasan Kemendagri Dan BI Terkait Data Rp. 4,1 T APBD Jabar Mengendap

“Yang nggak bisa bersihkan (preman), ya saya copot,” kata Tito di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, ada berbagai jenis preman. Ada copet, jambret, tukang todong, tukang bius, dan kriminal konvensional lainnya. Calo juga termasuk. Mereka menghuni berbagai tempat yang digunakan orang banyak.

“Itu perintah saya. Bersihkan pelabuhan, bandara, stasiun dari calo, kemudian dari copet, jambret, tukang todong, tukang bius, segala macam. Bersihkan,” perintahnya.

Tito menyatakan sudah mengumpulkan semua kepala kepolisian daerah se-Indonesia. Segala kerawanan diantisipasi untuk melewati pergantian tahun dengan aman.  (red/TI)*

sumber/detikcom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *