Kapitra Akan Buat Aksi Tandingan Reuni Alumni 212

Nasional61 Dilihat

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Ketua Umum Forum Silaturahmi Aktivis 212 Kapitra Ampera berencana membuat aksi di Monumen Nasional pada Minggu (2/12), untuk menandingi Reuni 212 yang digelar di lokasi dan hari yang sama. Kapitra menamakan aksi tandingannya itu ‘Aksi Kontemplasi 212 dan Pencerahan Anak Bangsa.

Aksi tersebut bertujuan untuk menyadarkan peserta aksi Reuni 212 agar tidak dijadikan gerakan politik dan kampanye terselebung mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Bahwa panitia pelaksana Reuni 212 mayoritas tim sukses pasangan calon nomor urut 02. Dan kita lihat itu kampanye terselubung. Meski Prabowo Subianto tidak datang, itu sudah melihat itu memihak,” kata Kapitra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/11).

Baca juga:  CALEG PSI DAPIL IV Ucok Horlas Monang Tigor NO. URUT 7, MENGGELAR ACARA PEMERIKSAAN MATA SERTA PEMBAGIAN KACAMATA GRATIS UNTUK WARGA DI KOTA TANGERANG

“Kita ingin kembalikan aksi itu kepada khitah. Kami keberatan aksi itu diselenggarakan,” ujarnya.

Kapitra menjamin aksi tandingan yang digagasnya tidak terafiliasi politik dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu. Ia mengklaim aksi tandingan yang digagasnya bakal dihadiri 2 hingga 4 juta orang dari seluruh Indonesia, juga diikuti oleh para ulama dan kiai yang memiliki massa.

“Massa kami terdiri dari organisasi yang ikut, pesantren, pemilik pesantren kami sudah komunikasi, sampai Madura, NTB, dan mereka siap hadir beri pencerahan sesama umat Islam,” ucap Kapitra.

Kapitra mengatakan sudah mengajukan izin kepada Polda Metro Jaya terkait aksi ini. Izin tersebut masih dalam proses

Baca juga:  Menteri KKP Ajak Warga Budidaya Ikan Kerapu Cantang

Kapitra adalah calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, partai yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun ia menjamin status calegnya tak terkait aksi tandingan.

Dia mengklaim aksi tandingan murni untuk menyadarkan sesama umat islam.

“Enggak ada. Kita enggak mau agama dibawa ke itu, lalu jadi rendah. Jadi, kalau mau dukung, dukung aja, kalau mau kampanye, kampanye aja,” kata Kapitra.

“Enggak ada partai politik segala macam di belakangnya enggak ada,” ujar dia melanjutkan.

(red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *