Anies Baswedan; “Mulailah Perbiasakan Gunakan Moda Transportasi Umum, dan Nikmati Layanan Kemudahannya”

DKI Jakarta61 Dilihat

Jakarta, transparansiindonesia.co.id — Guna semakin meningkatkan pelayanan kepada warga DKI Jakarta maka suatu inovasi dan terobosan baru muncul dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni mengedepankan pendekatan kepada masyarakat dengan gerakan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa solusi bisa datang kapan saja dan dari siapa saja, jangan pernah merasa paling tahu dan memonopoli solusi atas setiap masalah, apalagi di pemerintahan.

Menurutnya Ide, Solusi, Terobosan, dan pembaruan sering hadir dari masyarakat yang sehari-hari jadi pengguna jasa layanan. Maka dari Pemprov DKI Jakarta mengedepankan pendekatan dengan gerakan kepada masyarakat. Dan kini Pemprov DKI Jakarta sudah makin terbiasa membangun dengan pendekatan kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat untuk sama-sama menyelasaikan masalah, dan hal itulah yang terjadi dalam ‘Signage’ and ‘Way Finding’ untuk halte-halte di Jakarta.

Ditambahkan Anies, berawal dari gagasan dan inisiatif teman-teman forum diskusi transportasi jakarta, pada beberapa waktu lalu mereka diundang ke Balai Kota, dalam pertemuan tersebut terjadi kolaborasi antara Pemprov dan FDTJ, untuk memasang papan informasi seputar transportasi publik pada 28 halte non BRT di sepanjang jalan Sudirman-MH Thamrin.

Baca juga:  Sidang di Jakarta Utara Gunakan e-Court

Informasi yang dipasang tersebut berupa Peta, Penanda (Signage), dan Penunjuk Jalan (Way Finding), yang gunanya untuk memudahkan masyarakat maupun turis mancanegara dalam menggunakan kendaraan umum di Jakarta.

“Petanya dirancang oleh FDTJ, Pemprov DKI memcetak, menggandakan, dan memastikan terpasang serta tersedia di halte, kolaborasi ini juga melibatkan beberapa dinas dan stakeholder terkait, seperti Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT Transportasi Jakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Kreavi,” kata Anies Baswedan.

Ia menjelaskan disinilah kekuatan sebuah kolaborasi, Civil Society, masyarakat memiliki kekuatan pada aspek inovasi/kreativitas. Tapi mereka tidak memiliki wewenang dan kapasitas untuk menggandakan.

Disisi lain, kekuatan pemerintah ada pada wewenang dan kemampuan untuk membesarkan, menggandakan dan keduanya digabungkan, karena itulah kemudian peta ini menjadi simbol dari kolaborasi yang dibangun di Jakarta, bukan pemerintah bekerja sendiri, tapi pemerintah bekerja bersama masyarakat, menyelesaikan masalah yang ada di Kota Jakarta.

Baca juga:  PBM 2006 soal Rumah Ibadah jadi Perpres

“Peta yang dipasang adalah peta yang mengintegrasikan semua moda transportasi umum, pesannya adalah integrasi antar moda di Jakarta makin hari makin lengkap, makin komplet, karena bagi masyarakat apakah dia menggunakan angkutan Bis, ataupun Mikro Bis, Ataupun MRT atau LRT, semuanya adalah angkutan umum, jadi ini adalah sebuah babak baru pengintegrasian di Kota Jakarta,” tambah Anies.

Anies pun berharap ini menjadi tempat pembelajaran, pada sekolah dan keluarga, jadi ajak anak-anak dan keluarga untuk menggunakan jasa transportasi umum dan mampirlah lihat peta-peta, mulailah untuk mengizinkan anak-anak belajar mengenai transportasi umum massal dengan mereka mempelajari peta tersebut, dengan cara-cara seperti itu maka semangat untuk mendorong penggunaan transportasi umum massal akan semakin meluas di se-antero Jakarta.

(red)*