Sulut, transparansiindonesia.co.id — Provinsi Sulawesi Utara, pada 23 Spetember 2019, akan merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-55, di usia tersebut tentunya telah banyak prestasi yang ditorehkan, serta kemajuan pembangunan yang telah digapai atau telah dibuat.
Dari masa ke masa pimpinan Pemprov Sulut, selalu berbuat dan melakukan kerja untuk kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara, baik itu pembangunan ifrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia Sulawesi Utara.
Diusia yang ke-55 tahun ini, dimana dimasa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandow (OD-SK), yang menahkodai Sulawesi Utara berbagai program pembangunan terus digenjot dan dilaksanakan, guna peningkatan perekonomian warga masyarakat Sulawesi Utara.
Namun merayakan Hari Ulang Tahun yang ke-55 di tahun 2019 ini, banyak harapan dan impian dari warga masyarakat Sulawesi Utara, apalagi yang sangat menyentuh langsung ke kehidupan warga masyarakat khususnya masyarakat Petani.
Keberadaan harga jual komoditi seperti Cengkih, Kopra, menjadi keluhan warga masyarakat, dimana saat ini kedua komoditi andalan Sulawesi Utara tersebut, terbilang jauh dari yang diharapkan warga masyarakat Sulawesi Utara.
Padahal kedua komoditi andalan Sulawesi Utara tersebut, merupakan harapan warga Sulawesi Utara untuk menaikan taraf perekonomian, namun saat ini dimasa panen cengkih harga belum juga berpihak kepada petani, biaya produksi yang dikeluarkan dinilai tak sebanding dengan harga jual.
Sementara itu komoditi andalan lainnya yakni Kelapa, harganya hampir sama dengan komoditi Cengkih, warga masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya menggantungkan perekonomian keluarga pada produk tersebut.
Sebutan ‘Nyiur Melambai’ untuk Provinsi Sulawesi Utara saat ini hanya sebagai formalitas saja karena sebutan nyiur melambai tak dibarengi dengan harga komoditi kopra yang berpihak pada petani.
Harapan warga masyarakat terlebih petani, kiranya pemerintah akan sangat memperhatikan harapan-harapan dari warga masyarakat terlebih para petani, dan bukan hanya kedua komoditi tersebut saja yang diperjuangkan harga jualnya, namun beberapa komoditi lainnya juga harus diperjuangkan harga jualnya seperti Pala, Vanili, dan komoditi andalan Sulawesi Utara lainnya.
Keberhasilan pembangunan dibawah kepemimpinan OD-SK memang patut diacungi jempol, dengan lobi-lobi ke Pemerintah Pusat, berbagai infratruktur melalui dana APBN berhasil dibangun di Sulawesi Utara, salah satunya Jalan Tol Manado-Bitung, dan berbagai pembangunan lainnya di Sulawesi Utara.
Pembangunan diwilayah Manado-Minut-Bitung, juga menjadi bukti nyata pembangunan di Sulawesi Utara, namun dibalik itu sering menimbulkan kecemburuan bagi Kabupaten/Kota lainnya.
Wacana Pemindahan Ibukota Provinsi pada waktu lalu, juga menjadi pembicaraan hangat, dimana Wilayah Tondano yang merupakan calon kuat, mendapat saingan dari Kabupaten Minahasa Selatan, yang dinilai sangat layak untuk dijadikan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara.
‘Kalau Ibukota Provinsi dipindahkan, saya nilai yang paling layak adalah Kabupaten Minahasa Selatan, karena letaknya sangat strategis, serta didukung dengan berbagai faktor lainnya.,” kata salah satu warga Minsel yang namanya enggan dipublikasikan.
Tak hanya dari hal-hal diatas saja yang menjadi harapan warga masyarakat, situasi yang aman dan damai diwilayah Sulawesi Utara, juga menjadi dambaan warga masyarakat, kerukunan hidup yang selama ini tercipta dan terpelihara kiranya itu tetap dipertahankan dan bahkan harus lebih ditingkatkan.
‘Sulut Hebat untuk Masyarakat Hebat, dengan peningkatan perekonomian warga masyarakat, akan menjadikan Sulawesi Utara sebagai salah satu Provinsi yang Hebat di Indonesia. Selamat Merayakan HUT Provinsi Sulawesi Utara yang ke-55 tahun.
(red/T2)*
