Wujudkan Minsel Swasembada Jagung, Bupati Tetty Paruntu Launching Gerakan Sentuh Tanah dengan Jagung

by -448 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id – – Bupati Minahasa Selatan DR.Christiany Eugenia Paruntu SE melakukan pencanangan Gerakan Sentuh Tanah dengan Jagung yang dikegiatan tersebut dilaksanakan di Kompelks Gelanggang Olah Raga Desa Teep Kecamatan Amurang Barat, pada Selasa 12 November 2019.

Kegiatan pencanangan atau launching Gerakan Sentuh Tanah untuk Jagung tersebut, merupakan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka mewujudkan Minahasa Selatan menjadi daerah Swasembada Jagung.

Dalam Kesempatan Launching program pemberdayaan masyarakat gerakan sentuh tanah dengan jagung tersebut, Bupati Tetty Paruntu mengatakan bahwa semangat petani untuk mengolah lahan pertanian, memanfaatkan Setiap lahan pertanian untuk ditanami jagung, akan semakin mempemudah mewujudkan Minsel swasembada Jagung.

Baca juga:  Bupati Tetty Pantau Penyaluran BLT-Dandes Agar Tepat Sasaran


“Ayo.. Manfaatkan setiap lahan pertanian yang ada kita wujudkan Minsel swasembada jagung, untuk Minsel Hebat dan Terdepan,” kata Bupati Tetty Paruntu.

Tetty pun mengatakan bahwa para petani Minahasa Selatan harus punya semangat bertani, semangat menanam dan nantinya masyarakat juga yang akan sejahtera, dengan memanfaatkan setiap bantuan pemerintah yang ada, seperti benih, Alsintan, serta pendampingan dari para penyuluh dilapangan.

“Saya ajak petani Minahasa Selatan untuk semangat bertani, semangat menanam, manfaatkan setiap bantuan pemerintah, seperti benih yang unggul, alsintan serta pendampingan dari penyuluh dilapangan, Semangat Menanam, Sejahtera Dikemudian,” tambah Bupati penuh inovasi tersebut.

Baca juga:  Pengembangan Pertanian Plus Lokasi Wisata Tani, Ide Brillian dari Seorang Tetty Paruntu

Hadir dalam kegiatan launching program pemberdayaan masyarakat gerakan sentuh tanah untuk jagung tersebut diantaranya, Sekda Minsel Denny Kaawoan, Kadis Pertanian Franki Pasla, beberapa kepala SKPD Pemkab Minsel, dr.Michaela Elsiana Paruntu MARS, para Gapoktan, Kelompok Tani, serta petani Minahasa Selatan.

(Hengly)*