OJK Bersama DLH Jaktim Survei Lokasi Budidaya Ternak Maggot

by -137 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Baru beberapa Minggu lalu setelah viral terpublis didua media online, terkait pemberitaan tentang budidaya ternak hewan pemakan sampah yaitu Larva Maggot di Gubuk Larva milik Letkol (Purn) TNI Suwardi.

Sehingga membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Sudin Lingkungan Hidup (LH) Pemkot Jakarta Timur, dan rombongan serta unsur Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Rabu (14/4/2021), melakukan kunjungan sekaligus survei lapangan ke tempat Letkol (Purn) TNI Suwardi pemilik Gubuk Larva budidaya ternak Maggot di Komplek Palad TNI AD RT 02/RW  06 Cakung Barat (Cakbar),  Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Dalam kesempatan itu Kepala Sub Bagian Kemitraan Pemerintah Daerah  Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dedy Fernando menegaskan,  budidaya ternak  lalat tentara hitam (Black Soldier Flies/BSF) yang menghasilkan Maggot di RW 06 Cakung Barat ini, ternyata berpotensi meningkatkan  perekonomian masyarakat dan yang lebih utamanya  adalah mampu mengurangi volume sampah organik yang sering menjadi permasalahan masyarakat di DKI Jakarta.

Lanjutnya karena itu OJK segera memberi dukungan. Bisa dalam bentuk  pelatihan untuk para pelaku penggiat budidaya Maggot  tersebut dan permodalannya juga. “Makanya tadi ada pimpinan Bank DKI ikut serta dalam rombongan survey ini,” kata Dedy Fernando usai survei lokasi bersama Agung Pujowinarko Kabid PSM Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang langsung diterima pemilik dan pengelola Gubuk Larva Maggot di RW 06 Cakung Barat, masing masing Letkol (Purn) TNI Suwardi dan  Akbarreza Saiditiansyah.

Menurut Dedi, bahwa saat ini kami OJK sedang melakukan observasi pemetaan usaha- usaha ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Di antaranya usaha  budidaya ternak Maggot salah satunya ajuga ada di peternakan sapi perah di Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

“Oleh sebab Itu semua terkait dengan Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DKI Jakarta yaitu Green Financing Budidaya Maggot.”ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat (PSM) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Agung Pujowinarko menyatakan dukungannya pada budidaya Maggot di RW 06 Cakung Barat tersebut.

Masalah yang dihadapi sekarang ini kata Agung, produksi sampah DKI Jakarta 700 Ton Sampah per hari yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah  Terakhir (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.

“Dari jumlah itu 60% nya sampah perumahan. Inilah yang harus dapat direduce (dikurangi) sampai 53% sesuai Pergub nomor 77 tahun 2020 melalui biokonversi sampah dari sumbernya di setiap RW,” kata Agung.*

Ternyata kata Agung,  budidaya lalat BSF yang menghasilkan Maggot yang dirintis oleh Dinas LH DKI Jakarta ini,  memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat seperti yang terjadi di Gubuk Larva RW 06 Cakung Barat.

Baca juga:  Gubernur DKI Jakarta Dipanggil Buntut Acara Rizieq Mengklarifikasi Dugaan Tindak Pidana UU Kekarantinaan Kesehatan

Lanjut Agung, saat ini di seluruh DKI Jakarta telah ada 238 lokasi budidaya Maggot baik binaan langsung Dinas Lingkungan Hidup DKI maupun usaha masing- masing. “Kita harapkan tiap RW ada budidaya maggot yang dapat mengatasi sampah organik dan bernilai ekonomis,” ujar Agung.

Lebih lanjut Agung sengaja mengajak Kepala Sub Bagian Kemitraan Pemerintah Daerah  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta Jajarannya.untuk ikut survey dan mempelajari usaha  budidaya ternak Maggot ini, karena kami ada tim percepatan keuangan daerah, maka Pemprov DKI Jakarta khususnya Dinas LH DKI Jakarta sangat mengapresiasi OJK  bagus dapat mendukung program pengembangan usaha Bio Konversi BSF atau Larva Maggot langsung on the spot.

“Saya harapkan mereka para pejabat OJK  DKI Jakarta bersama Jajarannya bisa menyaksikan langsung kegiatan usaha budidaya Maggot tersebut. Sehingga setelah dipelajari segera bantuannya bisa dioptimalkan untuk lokasi kegiatan khususnya penggiat ternak Maggot di Gubuk Larva RW 06 Cakung Barat maupun para penggiat ternak Maggot lainnya di seluruh DKI Jakarta,” ungkapnya.

Sedangkan Pemilik dan pengelola Gubuk Larva di RW 06 Cakung Barat  Letkol (Purn) TNI Suwardi bersama anaknya Akbarreza menjelaskan usaha Maggot yang dirintis tersebut sudah berjalan 7 bulan. Selama itu dapat menyerap sampah organik 400 kg sampai 500 kg per hari.

Lanjut Letkol (Purn) TNI Suwardi bahwa sampah tersebut di dapat dari Pasar Kali Malang RW 07 Cakung Barat dan Pasar Cakung.

“Kesulitan saya pada saat ini, berharap  segera dibantu, karena sangat membutuhkan mesin pencacah sampah organik,”ucap Letkol (Purn) TNI Suwardi.

Menurut Letkol (Purn) TNI Suwardi bahwa produksi Maggot nya saat ini masih 300 kg per minggu. Namun sedang  diusahakan menjadi 700 kg per minggu atau 100 kg maggot per hari.

“Kami pasarkan melalui komunitas peternak ikan dan unggas,” kata Suwardi. Harganya sekitar Rp 7.000,- hingga  Rp 8.000,- per kilogramnya.

Selanjutnya Letkol (Purn) TNI Suwardi mengharapkan kepada Pemprov DKI Jakarta maupun Pemkot Jakarta Timur bila ada lahan kosong yang luas yang selama ini tidak terpakai menganggur sia-sia, pihaknya sanggup mengelola dan memanfaatkannya hingga bernilai ekonomi dengan budidaya ternak Maggot tersebut.

“Saya ingin mengembangkan usaha budidaya larva Maggot ini kepada seluruh masyarakat di Jakarta yang peduli terhadap kebersihan dilingkungannya, adanya-komunitas- komunitas larva Maggot dan khususnya pada -rekan -rekan se-profesi lainnya yaitu : para veteran dan pensiunan TNI lainnya untuk meniru usahanya berternak Maggot yang dapat menghasilkan banyak keuntungan, selain mengurangi sampah rumah tangga juga dapat menambah incame bagi keluarga.”Ungkapnya

Baca juga:  Perayaan HUT pelayanan GKRI dan HUT GKRI Jemaat Mangga Besar ke 48 disertai pemasangan Papan Nama Sinode GKRI

Lebih lanjut kata Letkol (Purn) TNI Suwardi, jika nantinya sudah banyak komunitas masyarakat di DKI Jakarta  yang peduli kebersihan dengan bertenak Maggot dapat pengurangan sampah bisa lebih dominan,  karena bisa mencapai tonase nya untuk itu segera memperhatikan dan merealisasikan sarana dan prasarana guna pengembangan budidaya ternak larva Maggot,

“kami Dinas LH DKI Jakarta sangat mendukung program Pemerintah dalam menanggulangi permasalahan sampah di DKI Jakarta.”imbuhnya.

Kemudian  Letkol (Purn) TNI Suwardi menuturkan bahwa ada nilai ekonomi  bisnisnya untuk mensuplay bahan pakan bagi peternakan ikan dan  unggas,  karena larva Maggot ini proteinnya sangat tinggi untuk pakan unggas dan ikan, apalagi kotorannya Maggot juga  bisa dijadikan kompos untuk pupuk tanaman.

“Saya sudah buktikan dengan memberikan pakan Maggot pada Ayam dan Ikan lele, sehingga terlihat perkembangan nya sangat cepat, Maka untuk itu saya berharap Pemprov  DKI Jakarta khususnya Dinas LH DKI Jakarta untuk segera menyediakan lahan kosong yang luas untuk mendirikan usaha budidaya ternak Maggot,” harapnya.

Sebelumnya telah hadir di awal acara kunjungan tersebut, Kepala Sudin LH Pemkot Jakarta Timur Herwansyah mengucapkan terimakasih atas pemberitaannya yang di publis oleh dua media online, yang telah memberitakan usaha budidaya ternak Maggot di Gubuk Larva milik Letkol (Purn) TNI Suwardi bertempat di Komplek Palad TNI AD RT 02/RW 06 Cakung Barat (Cakbar), Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Sehingga menjadi program Pemprov DKI Jakarta khususnya Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta.

Lebih lanjut Herwansyah berharap dalam kegiatan kunjungan positif OJK bersama Dinas LH DKI Jakarta dan Sudin LH Pemkot Jakarta Timur beserta Instansi terkait lainnya, dapat menambah semangat karang taruna generasi muda  pengerak Gubuk Larva  budidaya ternak Maggot di RW 06 Cakung Barat ini, tidak harus mencari kerja kemana-mana, hanya dengan ikut berternak Maggot ini saja sudah dapat penghasilan.

Sedangkan Herwansyah ketika disinggung soal janjinya untuk membantu pengembangan usaha maggot di Gubuk Larva RW 06 Cakung Barat ini, menurutnya sedang diupayakan namun masih dalam proses.

“Karena semuanya pengajuan ke instansi pemerintah khususnya Dinas LH DKI Jakarta maupun Sudin LH Jakarta Timur, harus sesuai prosedural, tidak sertamerta hari ini mengajukan langsung terealisasikan,” pungkasnya.

Sedangkan di akhir acara survei dan peninjauan ke rumah Maggot di RW 06 Cakbar  tersebut. Kasudin KPKP Jakarta Timur, Yuli Apsari dan Staff Sudin LH Jakarta Utara walaupun terlambat tetap berkenan datang menyusul. (***)