Relawan Pendata SDGs Desa Lowian dan Desa Lowian Satu Ikuti Pembekalan

by -43 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Program pemerintah Substanaible Development Goals (SDGs) atau program pembangunan berkelanjutan, merupakan program yang diprakrasai oleh beberapa negara melalui Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), dengan memiliki sebanyak 18 tujuan dan sasaran.

SDGs adalah merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya yakni Millenium Development Goals (MDGs).
Dan guna mendukung dan mensukseskan program SDGs tersebut, maka Desa Lowian dan Desa Lowian Satu Kecamatan Maesaan, membentuk relawan pendata SDGs, yang akan melaksanakan tugas mendata penduduk desa.

Sebelum melaksanakan tugasnya para tim kelompok kerja relawan Pendata SDGs Desa Lowian dan Desa Lowian Satu, mendapatkan pembekalan dari Tenaga Ahli P3MD Minsel, Pendamping Pemberdayaaan Kecamatan dan Pendamping Teknik Kecamatan.
Kegiatan pembekalan tim relawan pendata SDGs tersebut, dilaksanakan pada Jumat, 21 Mei 2021, bertempat di BPU Desa Lowian Satu.

Penjabat HukumTua Desa Satu, Stelma Turangan membuka secara langsung atas nama pemerintah kabupaten Minahasa Selatan Bupati Franky Donny Wongkar SH dan Wakil Bupati Petra Yanni Rembang STh.

“Atas nama pemerintah kabupaten Minahasa Selatan Bupati Pak Franky Donny Wongkar SH dan Wakil Bupati Pak Petra Yanni Rembang MTh, saya membuka kegiatan pembekalan relawan pendata SDGs Desa Lowian Satu dan Desa Lowian, ujar Stelma Turangan.

Narasumber dalam pembekalan relawan pendata SDGs Desa Lowian dimana materi pertama disampaikan oleh pendamping Kecamatan Ronald Repi ST yang memberikan motivasi kepada para pendata SDGs atau Enumurator, dalam melakukan tugasnya dengan sistem penyampaian materi yang sangat mudah dicerna oleh para peserta atau relawan pendata SDGs Desa.

Baca juga:  Roi Sumangkut Apresiasi Kelurahan Uwuran Satu Terkait Penanganan Sampah

Selanjutnya materi disampaikan oleh Tenaga Ahli P3MD Minsel Denny Sandag yang memberikan materi mengenai tujuan dan sasaran dari program SDGs dimana berdasarkan Permendes PDTT Republik Indonesia nomor 13 tahun 2020 bahwa ada 18 tujuan dan sasaran penggunaan dana desa tahun 2021.

Dikatakan Denny Sandag pula mengenai, tahapan dan prosedur serta mekanisme pendataan penduduk oleh para pendata SDGs Desa.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Narasumber TA P3MD Minsel Donald Mukuan, yang menjelaskan terkait kuesioner yang harus diisi oleh para pendata, dimana harus melakukan pendataan setiap penduduk, setiap keluarga.

Dimana dalam melakukan pendataan, para relawan petugas pendata SDGs, akan melakukan wawancara langsung dengan narasumber yakni para warga, untuk mendapatkan data yang benar-benar akurat dan real.

Sementara itu pendamping Pemberdayaaan Kecamatan Maesaan, Hartje Masinambow dalam materinya menyampaikan dan menjelaskan mengenai aplikasi yang akan dipakai dalam menginput data sebentar, yang dimana apabila para pendata SDGs telah selesai melakukan tugasnya dilapangan maka setiap data akan diinput ke Kementerian dengan menggunakan aplikasi yang disediakan.

Sementara itu Penjabat HukumTua Desa Lowian Joiske Tumiwa, sebelum kegiatan berakhir menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, yakni dari Tenaga Ahli P3MD Minsel, Pendamping Pemberdayaan Kecamatan, Pendamping Teknis Kecamatan dan kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, sambil berharap agar petugas relawan pendata SDGs Desa dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar, guna mendapatkan data penduduk yang benar-benar real dan akurat.

Baca juga:  Kecamatan Maesaan Gelar Lomba O2SN dan FLS2N Tingkat SD

“Saya berharap agar para relawan pendata SDGs dapat bekerja secara tim, agar dapat melaksanakan tugas dengan cepat dan tepat, dan mendapatkan data penduduk yang benar-benar real dan akurat,” kata Joiske Tumiwa.

Adapun 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa, yakni;
1. Desa tanpa kemiskinan
2. Desa tanpa kelaparan
3. Desa sehat dan sejahtera
4. Pendidikan desa berkualitas
5. Desa berkesetaraan gender
6. Desa layak air bersih dan sanitasi
7. Desa yang berenergi bersih dan terbarukan
8. Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa
9. Inovasi dan infrastruktur desa
10. Desa tanpa kesenjangan
11. Kawasan permukiman desa berkelanjutan
12. Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan
13. Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa
14. Ekosistem laut desa
15. Ekosistem daratan desa
16. Desa damai dan berkeadilan
17. Kemitraan untuk pembangunan desa
18. Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.
(Hengly)*