SULUT, TI – Musyawarah daerah partai golongan karya Sulawesi Utara (Musda Golkar Sulut) sebelumnya direncanakan akan digelar pada Desember 2025 lalu.
Namun, melewati pertengahan Januari 2026 Musda Golkar yang didalamnya ada agenda pemilihan Ketua, belum juga dilaksanakan.
Diperkirakan, agenda pelaksanaan Musda Golkar Sulut akan digelar pada akhir Januari atau awal Februari 2026.
Menjelang pelaksanaan musyawarah daerah, dua nama muncul sebagai kandidat, untuk memimpin partai Golkar di Sulawesi Utara, yakni Michaela Elsiana Paruntu (MEP) dan Tonny Hendrik Lasut (THL).
Nama Michaela Elsiana Paruntu menjadi kandidat kuat untuk memimpin partai Golkar Sulawesi Utara, hal tersebut tak lepas dari banyak dukungan kepada Ketua DPD Golkar Minsel tersebut.
MEP mendapatkan dukungan dari sejumlah ketua DPD II partai Golkar dan sejumlah organisasi sayap partai Golkar selaku pemilik suara.
Adapun penilaian mereka, posisi Micha Paruntu sebagai wakil ketua DPRD Provinsi Sulut menjadi salah satu faktor penting, dimana posisi tersebut merupakan sangat strategis dikarenakan menjadi mitra langsung eksekutif dalam hal ini Gubernur Sulawesi Utara.
Salah satu kader dan pengurus partai Beringin menyebut bahwa Golkar adalah partai pemerintah yang mendukung kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus Komaling, tentunya membutuhkan sosok atau figur yang mampu bersinergi dengan pemerintah.
Selain memiliki komunikasi baik dengan pemerintah (Gubernur -red), Micha Paruntu juga dikenal dekat dengan memiliki komunikasi yang baik dengan Ketua Umum DPP Bahlil Lahadalia, dan ini yang dibutuhkan partai Golkar Sulawesi Utara.
Faktor lainnya yang menjadikan Micha Paruntu sebagai kandidat kuat adalah figurnya yang dikenal merakyat, dan memiliki kapasitas seorang pemimpin.
Dimana sosok Micha Paruntu dipastikan akan dapat memimpin konsolidasi partai di segala tingkatan.
Ditambah lagi, dukungan dari akar rumput dan DPD II yang terus mengalir membuat sosok MEP dipastikan akan menjadi pemimpin Golkar Sulawesi Utara, bahkan peluang pemilihan secara aklamasi.
“Terima kasih kepada DPD II, ormas, dan sayap partai. Kita tunggu arahan Ketua Umum. Sebagai kader, saya tegak lurus pada Ketua Umum Bahlil Lahadalia,” ujar Micha Paruntu. (Hen)*





