Minsel, transparansiindonesia.co.id – Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengeluarkan himbauan untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tindak lanjut dari himbauan pemerintah pusat.
Pengibaran bendera merah putih setengah tiang dalam rangka hari berkabung nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Hal tersebut dikarenakan wafatnya mantan presiden Republik Indonesia Try Sutrisno.
Sesuai himbauan pemerintah, pengibaran bendera merah putih setengah tiang dimulai dari tanggal 2 hingga 4 Maret 2026.
Namun, ternyata himbauan pemerintah tersebut tak dipatuhi oleh salah satu sekolah yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan yakni SD Inpres Lowian, Kecamatan Maesaan.
Sebagaimana pantauan awak media ini di sekolah tersebut pada Rabu 4 Maret 2026, terlihat bendera merah putih berkibar satu tiang penuh.
Hal tersebut selanjutnya menimbulkan pertanyaan sejauh mana rasa nasionalisme di sekolah tersebut.
Memberikan penghargaan kepada salah satu tokoh nasional yakni mantan Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Try Sutrisno yang telah wafat, seolah tak digubris oleh pihak sekolah yakni SD Inpres Lowian.
Sepertinya juga, selama tiga hari himbauan pemerintah untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang tak digubris oleh pihak sekolah.
Kepala SD Inpres Lowian, Grace Pula ketika dikonfirmasi kepada awak media ini mengatakan bahwa ia meminta maaf karena lupa menindaklanjuti himbauan pemerintah untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang.
Sehingga selama tiga hari sebagai hari berkabung nasional, SD Inpres Lowian tak mengibarkan bendera setengah tiang.
Ketika ditanya pula tentang informasi himbauan tersebut, ternyata telah diketahui oleh kepala sekolah sendiri, namun anehnya tidak ditindaklanjuti.
Hal ini harus menjadi perhatian Bupati melalui dinas terkait, untuk mengevaluasi kinerja dari sang kepala SD Inpres Lowian.
Salah satu warga mengatakan bahwa sekolah yang menjadi tempat menumbuh-kembangkan rasa nasionalisme, tapi tak mematuhi himbauan pemerintah.
“Mau jadi bagaimana anak didik nanti, sekolah yang seharusnya menjadi tempat menumbuh-kembangkan rasa nasionalisme, tapi tak mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai bentuk penghargaan kepada mantan Wapres Try Sutrisno yang telah wafat,” ujar salah satu warga Lowian. (Hen)*
