“92 Anak Yatim Tersenyum Bahagia Saat Diajak Kapolres Manado Belanja Baju Lebaran di Megamall”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HUMAS POLRES MANASO,- Semangat kepedulian sosial mewarnai kegiatan yang digelar Polresta Manado selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Melalui program berbagi kebahagiaan bersama anak yatim, jajaran kepolisian mengajak puluhan anak yatim berbelanja kebutuhan Hari Raya Idul Fitri sekaligus mengikuti kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung di Megamall Manado, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid yang hadir bersama jajaran pejabat utama (PJU), para Kapolsek, perwira, serta personel kepolisian. Turut mendampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Manado bersama pengurus Bhayangkari yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penuh nuansa kebersamaan tersebut.
Sebanyak 92 anak yatim mendapatkan kesempatan memilih sendiri pakaian baru untuk dikenakan saat merayakan Idul Fitri. Mereka diajak berbelanja di Matahari Department Store yang berada di dalam kompleks Megamall Manado.
Sejak tiba di pusat perbelanjaan tersebut, wajah-wajah ceria anak-anak langsung terlihat saat memasuki area toko. Didampingi personel Polresta Manado dan pengurus Bhayangkari, mereka dengan antusias memilih berbagai jenis pakaian, mulai dari baju koko, gamis, hingga pakaian kasual yang akan dikenakan pada hari raya nanti.
Kegiatan sosial tersebut tidak hanya menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak yatim, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Dalam suasana Ramadhan yang penuh makna, kebersamaan terlihat jelas ketika personel Polresta Manado membantu anak-anak memilih pakaian yang sesuai dengan keinginan mereka.
Irham Halid menjelaskan bahwa kegiatan berbagi bersama anak yatim merupakan bentuk nyata kepedulian sosial kepolisian kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Menurutnya, bulan suci Ramadhan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat empati serta solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Momentum Ramadhan menghadirkan kesempatan bagi seluruh jajaran kepolisian untuk berbagi kebahagiaan bersama adik-adik kita. Harapannya, kebersamaan yang terjalin dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi mereka dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kapolresta Manado.
Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial semacam tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Setelah kegiatan berbelanja selesai, acara dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan kepada seluruh anak yatim. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolresta Manado bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Manado sebagai simbol perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Momen haru sekaligus bahagia tampak ketika anak-anak menerima bingkisan yang telah disiapkan. Beberapa di antara mereka bahkan tidak mampu menyembunyikan rasa senang karena dapat membawa pulang pakaian baru untuk dipakai pada hari raya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di pelataran Megamall Manado.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pihak manajemen pusat perbelanjaan yang memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial yang diinisiasi Polresta Manado.
Suasana kekeluargaan terasa sangat kental saat seluruh peserta duduk bersama menunggu waktu berbuka puasa. Tawa ceria anak-anak berpadu dengan kehangatan interaksi antara anggota kepolisian, Bhayangkari, serta para tamu undangan yang hadir.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Manado berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk menebarkan kepedulian sosial, khususnya selama bulan Ramadhan.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 15.00 WITA tersebut berlangsung hingga 18.30 WITA dan berjalan dengan tertib, aman, serta penuh kebersamaan. Kehadiran puluhan anak yatim dalam kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, melainkan juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan menumbuhkan rasa kemanusiaan.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
