SULUT, TI – Kota Manado dipastikan akan menjadi tuan dan nyonya rumah kegiatan akbar religi nasional, yakni ibadah paskah Nasional tahun 2026.
Sosok Recky Langie didaulat menjadi ketua umum panitia paskah nasional tahun 2026, dan terus mempersiapkan acara akbar tersebut agar berlangsung dengan sukses dan membawa dampak bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Paskah Nasional yang akan digelar pada 8 April 2026, menjadi suatu kepercayaan besar bagi Sulawesi Utara, menggelar hajatan akbar religion berskala nasional.
Dikatakan ketua panitia Recky Langie bahwa acara akbar yang menjadi kepercayaan besar bagi Sulawesi Utara melalui utusan khusus presiden Prabowo Subianto yakni Hashim Djojohadikusumo.
“Ini adalah sebuah kepercayaan besar bagi Sulawesi Utara dari pemerintah melalui utusan khusus Presiden RI pak Hashim Djojohadikusumo, karena itu kami ingin menghadirkan acara yang berlangsung berkualitas dan terukur,” ujar Recky Langie.
Untuk susunan kepanitiaan paskah Nasional, dikatakan Recky Langie tentunya melibatkan berbagai denominasi gereja di Sulawesi Utara hingga juga melibatkan kalangan praktisi, akademisi, kalangan profesional dan birokrat.
“Iven Paskah Nasional ini akan menjadi simbol kebersamaan umat beragama di Indonesia bahkan Sulut khususnya yang dipercayakan menjadi tuan rumah,” jelas Recky Langie.
“Sulawesi Utara bisa menjadi laboratorium bersama toleransi umat beragama di Indonesia melalui kegiatan Paskah Nasional ini. Karena toleransi umat beragama di Sulut sangat tinggi dan akan menjadi contoh bagi daerah lainnya. Karena itu, kegiatan ini akan diracik sebaik mungkin untuk memuliakan nama Tuhan,” tambah Ketum Recky Langie.
Nantinya, dalam rangkaian ibadah paskah nasional tersebut panitia juga menyiapkan rangkaian kegiatan lainnya yang menarik yakni drama kolosal dan pertunjukan budaya kearifan lokal yang merepresentasikan berbagai etnis di Sulawesi Utara.
“Dalam acara nanti akan ditampilkan unsur budaya dari etnis Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Sangihe.” ucap Recky Langie.
Perayaan Paskah Nasional rencananya akan digelar pada Rabu, 8 April, mulai pukul 09.00 WITA di kawasan Megamas, Manado tepatnya di Pohon Kasih.
Lokasi tersebut menurut Recky Langie dipilih karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai, termasuk kapasitas parkir yang luas serta didukung banyak hotel di sekitarnya.
“Megamas memiliki ruang parkir yang besar dan fasilitas pendukung seperti hotel yang cukup banyak. Ini penting karena peserta yang hadir diperkirakan mencapai 60 hingga 70 ribu orang,” lanjutnya.
Jika area parkir Megamas penuh, panitia juga menyiapkan alternatif lokasi parkir di kawasan Manado Town Square (Mantos), Marina Plaza, hingga area Sam Ratulangi.
Selain jemaat dari berbagai daerah, kegiatan ini juga akan dihadiri sejumlah tokoh seperti Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia Maruarar Sirait.
Maka dari itu, ia mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
“Mari kita bersama-sama menyukseskan acara ini. Torang sama-sama rayakan Paskah di Manado,” katanya.
Menurutnya, jika kegiatan ini berjalan sukses, bukan tidak mungkin Paskah Nasional di Sulawesi Utara dapat menjadi agenda tahunan yang juga berdampak pada sektor pariwisata daerah dan perputaran perekonomian daerah khususnya UMKM.
“Kalau kita bisa menampilkan event yang berkualitas, ke depan ini bisa menjadi ikon dan event tetap di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Lalu bagaimana persiapan pantia sejauh mana jelang hajatan tanggal 8 April 2026?.
Menurut Recky Langie, panitia kerja cukup cepat dan terukur oleh masing-masing seksi sehingga sudah 95 persen rampung.
Dipastikan bahwa akan ada 8 Videotron yang akan dipasang di kawasan Megamas, sehingga jemaat bisa melihat langsung tampilan diatas panggung. (T2)*
