JAKARTA, TI – Ceramah mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla langsung mengundang reaksi keras dari publik.
Dalam ceramahnya tersebut, mantan Wapres Jusuf Kalla sempat menyebut bahwa Islam dan Kristen sama dalam hal syahid.
Dimana, Jusuf Kalla menyebut jika Islam membunuh Kristen disebut syahid, begitupun sebaliknya jika Kristen membunuh Islam disebut syahid.
Ceramah Jusuf Kalla di Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut langsung menuai kontroversi publik terutama dari umat Kristen.
Sejumlah lembaga dan organisasi Kristen pun akan melaporkan Jusuf Kalla terkait ceramah kontroversialnya tersebut.
Dalam ceramahnya juga, Jusuf Kalla sempat menyinggung konflik di Poso dan sejumlah daerah lainnya.
Hal tersebut langsung mendapat reaksi keras dari lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI).
Ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH menyebut ceramah Jusuf Kalla tersebut berpotensi memecah belah bangsa dan membuat gaduh rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras.
Maka dari itu, Turangan mendesak agar sudah sepatutnya Jusuf Kalla dipenjarakan atas tuduhan dugaan penistaan agama.
“Sudah seharusnya kepolisian ambil langkah tegas, penjarakan JK, karena sudah membuat gaduh bangsa dengan ceramahnya di UGM tersebut,” tegas Tommy Turangan SH.
Ia pun mengatakan bahwa dahulu, mantan Gubernur DKI Jakarta Ahok dipenjarakan karena tuduhan penistaan agama.
Dan menurut Turangan kasus serupa kembali terjadi, maka harus ditangani dan ditindaklanjuti dengan transparan oleh pihak kepolisian.
“Dahulu Ahok dipenjarakan karena tuduhan penistaan agama, maka sudah seharusnya pak JK juga dipenjarakan karena dugaan penistaan agama dengan apa yang disampaikannya pada ceramah di UGM,” ujar Turangan dengan tegas. (T2)*
