Kampar, TI. Kondisi memprihatinkan terlihat di akses jalan utama menuju SMKN 1 Kampar yang berlokasi di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.
Pantauan langsung di lapangan, rabu (30/9/2026), jalan sepanjang lebih kurang dari 2 kilometer penghubung sekolah kejuruan tersebut dalam kondisi rusak parah dan belum tersentuh pembangunan yang layak hingga kini.
Jalan tersebut masih berupa tanah dan bebatuan. Dampaknya sangat dirasakan oleh ratusan siswa, guru, dan masyarakat sekitar bahkan petani.
Mereka menyebut disaat musim kemarau, jalan ini berubah menjadi lautan debu. Setiap kendaraan yang melintas menimbulkan kepulan debu tebal yang mengganggu pernapasan, mengotori pakaian siswa, dan bahkan masuk hingga ke lingkungan sekolah. Siswa yang hendak belajar harus terlebih dahulu berjibaku dengan debu.
Selain itu ketika di saat musim hujan, kondisi jalan lebih parah. Jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya. Tidak sedikit sepeda motor siswa dan guru yang mogok, tergelincir, dan kesulitan melintas. Akses pendidikan pun menjadi terhambat.
Ironisnya, SMKN 1 Kampar adalah sekolah kejuruan negeri yang menjadi kebanggaan dan tumpuan masa depan anak anak Kampar. Namun akses jalannya justru dibiarkan seperti jalan yang tak bertuan.
Menurut Informasi yang dihimpun, upaya Kepala Sekolah SMKN 1 Kampar, ternyata sudah getol, mengajukan proposal perbaikan jalan tersebut kepada Dinas PUPR Provinsi Riau.
Artinya, pihak sekolah sudah berteriak, sudah menjerit meminta tolong. Namun apa balasan dari PUPR Provinsi Riau bungkam. Tidak ada respon hingga detik ini.
Ada apa dengan PUPR Provinsi Riau apakah proposal dari SMKN 1 Kampar tidak penting dan apakah jalan pendidikan kalah penting dengan proyek-proyek mercusuar di Pekanbaru.
Jika proposal dari Kepala Sekolah saja tidak direspon, lalu harus mengadu kemana lagi dunia pendidikan di Kampar ini. Apakah harus viral dulu, harus ada siswa yang kecelakaan jatuh di lumpur baru mau diperbaiki.
Kini publik justru menilai, pembiaran jalan 2 kilometer menuju SMKN 1 Kampar ini adalah bentuk kegagalan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Riau dalam menyediakan infrastruktur dasar pendidikan yang layak.
Dimana Dinas PUPR Provinsi Riau. Dimana Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang membawahi SMA/SMK.
Bagaimana mungkin jalan sepanjang 2 kilometer menuju sekolah negeri bisa dibiarkan hancur bertahun tahun tanpa ada upaya perbaikan. Apakah infrastruktur pendidikan di desa tidak sepenting proyek di perkotaan.
Di lain sisi, jalan tersebut bukan hanya akses bagi SMKN 1 Kampar, namun juga akses vital bagi masyarakat Desa Padang Mutung secara umum.
Pembiaran ini dinilai sebagai bentuk abainya pemerintah daerah dan provinsi terhadap dunia pendidikan dan infrastruktur dasar masyarakat desa.
Masyarakat Desa Padang Mutung dan civitas akademika SMKN 1 Kampar kini menanti keseriusan dan kehadiran nyata dari Pj Bupati Kampar, Gubernur Riau, serta instansi terkait untuk segera memperbaiki jalan 2 kilometer yang menjadi urat nadi pendidikan.
“Jangan sampai semangat siswa untuk menimba ilmu harus kandas karena harus melawan debu dan lumpur setiap hari,” kata Masyarakat. (Hattan)
