Kapolres Boltim Hadiri Pembukaan Festival Ramadhan di Tutuyan, LSM AMTI Beri Apresiasi

“Tommy Turangan, sampaikan kinerja Kapolres Boltim hebat dalam Menjaga Keamanan Selama Ramadhan”.

foto
foto

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HUKRIM, BOLAANG MONGONDOW TIMUR,– Kepala Kepolisian Resor Bolaang Mongondow Timur(Boltim), Golfried Hasiholan Pakpahan, menghadiri secara langsung Pembukaan Festival Ramadhan yang digelar di Desa Tutuyan, Sabtu (1/3/2026).

Kegiatan pembukaan berlangsung semarak dengan dihadiri Bupati Oskar Manoppo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, jajaran Pemerintah kabupaten, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemuda, serta Ratusan Warga dari berbagai Wilayah di Bolaang Mongondow Timur.

Festival Ramadhan menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Boltim dalam menyemarakkan bulan suci, mempererat jalinan silaturahmi, serta membangun ruang interaksi positif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan agenda keagamaan tersebut.

Kapolres menegaskan bahwa Kepolisian Republik Indonesia, sebagai institusi negara, senantiasa hadir untuk mendukung setiap aktivitas masyarakat yang berorientasi pada penguatan nilai spiritual, persatuan sosial, serta stabilitas keamanan wilayah.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya Festival Ramadan. Momentum bulan suci menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan semangat toleransi, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban selama rangkaian kegiatan festival maupun sepanjang bulan Ramadan berlangsung.

Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan warga.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar terus menjaga harmoni sosial, memperkuat rasa saling menghormati, serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman umum. Ramadan seyogianya diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, memperkuat iman, dan memperkokoh persatuan,” tambahnya.

Baca juga:  Konflik Tak Kunjung Usai, WHN Kampar Desak Transparansi Dinas Koperasi.

Sementara itu, Bupati Oskar Manoppo dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum peningkatan kualitas spiritual, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama.

Bupati menilai Festival Ramadan memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

“Festival Ramadan menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah islamiyah, memperkuat nilai moral, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui keterlibatan pelaku usaha kecil, pedagang lokal, serta komunitas kreatif,” ungkap Bupati.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai agenda tahunan yang terencana, profesional, dan berkelanjutan.

“Melalui semangat Ramadan, mari memperkokoh persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta bersama-sama membangun daerah yang aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.

Apresiasi terhadap kinerja Polres Boltim turut disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (LSM-AMTI), Tommy Turangan.

Dalam keterangannya kepada media, Tommy Turangan menilai kepemimpinan AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan, membangun komunikasi publik, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis.

“Kami melihat secara langsung bagaimana Kapolres Boltim tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi turun ke lapangan, hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi warga, serta merespons setiap persoalan sosial dengan pendekatan persuasif dan profesional,” ujar Tommy.

Menurutnya, kehadiran aktif Kapolres dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan mencerminkan wajah Polri yang adaptif terhadap dinamika masyarakat modern.

Tommy menambahkan bahwa pola kepemimpinan yang mengedepankan dialog, keterbukaan, serta empati menjadi faktor utama terciptanya situasi kamtibmas yang stabil.

Baca juga:  Babak Baru Sengketa Lahan Sea: Pengacara Laporkan Balik Jimmy Widjaja Cs atas Dugaan Dokumen Palsu

“Kapolres Boltim mampu membangun rasa aman bukan melalui pendekatan represif semata, melainkan lewat edukasi, pembinaan, dan penguatan partisipasi masyarakat. Pendekatan semacam tersebut sangat relevan dalam membangun kepercayaan publik,” jelasnya.

Lebih jauh, Tommy menilai sinergi antara Polres, pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi masyarakat telah menjadi fondasi utama terciptanya ketertiban sosial.

“LSM AMTI memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis Kapolres Boltim. Kepemimpinan yang terbuka, responsif, dan berintegritas merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas daerah, terlebih pada momentum sakral seperti bulan Ramadan,” tegasnya.

Ia berharap pola kerja kolaboratif tersebut dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai model pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Festival Ramadan di Desa Tutuyan dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan dengan menghadirkan beragam agenda religi dan sosial, antara lain lomba adzan, tilawah Al-Qur’an, ceramah keagamaan, bazar Ramadan, santunan sosial, serta kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat, pelajar, pemuda, serta pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat kohesi sosial.

Kehadiran Kapolres dan Bupati dalam pembukaan festival menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam mendukung kegiatan keagamaan, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga stabilitas keamanan selama bulan suci Ramadan.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan sosial yang berlandaskan nilai religiusitas, toleransi, dan kebersamaan di Bolaang Mongondow Timur.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *