Kampar Kiri Hulu, Transparansindonesia.co.id Berdasarkan laporan masyarakat Kampar Kiri Hulu mobil ambulans desa Kebun Tinggi, kecamatan Kampar Kiri Hulu,
tepergok warga sedang memuat besi berkapasitas berat untuk kebutuhan MBG disebuah desa Batu Sasak.
Armada ambulans yang bermotifkan lambang/logo kepala daerah (Bupati) Kampar, Ahmad Yuzar vs Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si. dipicu menjadi kontroversi serius di kalangan masyarakat.
“Skandal ini Bupati Kampar wajib tahu dan memberikan sanksi kepada pemerintahan desa Kebun Tinggi,” ungkap salah seorang warga kepada media, jumaat (4/4/2026).
Dikatakan warga, seharusnya mobil ambulans desa berfungsi sebagai kendaraan darurat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, mempercepat evakuasi warga yang sakit, mengangkut pasien ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan, penyakit kritis, atau lainnya kini justru dijadikan segelintir pihak untuk kepentingan tertentu, ujarnya.
Lebih lanjut penyalahgunaan ambulans desa Kebun Tinggi menurutnya kerab disalah gunakan oleh segelintir pihak sehingga menghambat pelayanan masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan darurat. Namun pemerintahan desa sama sekali belum mengambil kebijakan serius.
Terkait praktik penyalahgunaan mobil ambulans desa Kebun Tinggi, hngga berita ini diturunkan kepala desa Kebun Tinggi Joni Anton, belum bisa tersambung untuk dikonfirmasi.
(Ht)
