Workshop Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Manado Fokus Optimalkan Potensi Murid dan Hasil TKA

“Hj.Rugaya Udin, dorong Guru MIN 2 Manado perkuat pendekatan psikologis”.

Saat kegiatan berlangsung, (foto istimewa)
Saat kegiatan berlangsung, (foto istimewa)

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PENDIDIKAN, MANADO,- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Manado, kembali memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan melalui pelaksanaan workshop bertema “Optimalisasi Potensi Murid melalui Pendekatan Psikologis dan Strategi Pembelajaran untuk Meningkatkan Prestasi Akademik dan Hasil TKA.”

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026, berlokasi di Hotel NDC Manado. Seluruh tenaga pendidik di lingkungan MIN 2 Manado turut ambil bagian dalam agenda pengembangan kapasitas tersebut.

Workshop menjadi ruang strategis bagi tenaga pendidik untuk memperluas wawasan, mengevaluasi pola pembelajaran, sekaligus menyusun pendekatan pendidikan lebih adaptif terhadap karakter, kebutuhan, serta potensi setiap murid.

Kegiatan berlangsung di bawah kepemimpinan Kepala MIN 2 Manado, Nurhayati Masloman, S.Pd., M.Si., dengan menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Hj. Rugaya Udin, M.Pd., sebagai pihak yang membuka secara resmi pelaksanaan workshop.

Momentum tersebut dinilai penting karena peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya bertumpu pada penguasaan materi pelajaran.

Tenaga pendidik juga dituntut memahami aspek psikologis murid, kemampuan individual, pola belajar, motivasi, lingkungan sosial, hingga faktor lain yang dapat memengaruhi pencapaian akademik.

Tema workshop menempatkan pendekatan psikologis sebagai salah satu fondasi utama dalam proses pendidikan. Pemahaman terhadap kondisi psikologis murid dinilai dapat membantu guru menentukan metode pembelajaran secara lebih tepat, komunikatif, humanis, sekaligus efektif.

Setiap murid memiliki karakter berbeda. Ada murid cepat memahami materi melalui penjelasan verbal, sebagian lebih mudah menerima pembelajaran melalui visual, praktik, diskusi, maupun pendekatan kolaboratif.

Perbedaan karakter tersebut menuntut guru tidak terpaku pada satu pola pembelajaran. Kreativitas tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar produktif sehingga murid tidak hanya menerima materi, tetapi mampu memahami, mengembangkan kemampuan berpikir, serta menerapkannya.

Workshop MIN 2 Manado menjadi momentum evaluasi bagi tenaga pendidik agar proses pembelajaran semakin terarah. Guru diharapkan mampu mengidentifikasi potensi setiap murid, kemudian mengembangkan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan tanpa mengabaikan target capaian akademik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Hj. Rugaya Udin, M.Pd., dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai bagian utama dalam membangun kualitas pendidikan madrasah.

Baca juga:  Kadispora Manado, Bonyx Saweho Bantah Tudingan Pemukulan di Youth Center

Menurut Rugaya, guru tidak sekadar memiliki tanggung jawab menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memegang peranan penting dalam membentuk karakter, membangun motivasi, serta menggali potensi setiap peserta didik.

Guru perlu memahami bahwa setiap murid hadir dengan kemampuan, karakter, latar belakang, serta pola belajar berbeda. Karena itu, pendekatan pembelajaran tidak dapat dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kebutuhan peserta didik.

Rugaya mendorong seluruh tenaga pendidik MIN 2 Manado menjadikan workshop sebagai ruang pembelajaran bersama. Guru diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, melainkan mampu menerjemahkan materi workshop menjadi strategi nyata di ruang kelas.

“Guru harus mampu melihat potensi setiap anak. Jangan sampai ada murid merasa tidak mampu hanya karena pendekatan pembelajaran belum sesuai dengan karakter serta kebutuhannya. Tugas guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menemukan kemampuan anak, membimbing, memberi motivasi, serta mengantarkan mereka mencapai prestasi,” tegas Rugaya dalam arahannya, Jumat (21/8/26).

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan konsistensi, evaluasi, serta inovasi. Perubahan perkembangan zaman menuntut tenaga pendidik terus meningkatkan kapasitas profesional agar pembelajaran tidak berjalan secara konvensional.

Menurutnya, kualitas pendidikan madrasah sangat dipengaruhi kemampuan guru dalam menciptakan proses pembelajaran efektif, menarik, relevan, serta mampu membangun kepercayaan diri peserta didik.

Rugaya juga menaruh perhatian terhadap kesiapan murid menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Persiapan menghadapi evaluasi akademik tidak semestinya dilakukan secara instan menjelang pelaksanaan ujian. Pembentukan kemampuan akademik harus dibangun melalui proses pembelajaran konsisten, terukur, serta berkelanjutan.

“Persiapan menghadapi TKA harus dimulai dari proses pembelajaran sehari-hari. Jangan hanya mengejar nilai ketika ujian sudah dekat. Anak harus dibekali kemampuan memahami materi, berpikir kritis, menyelesaikan persoalan, serta memiliki kepercayaan diri,” ujarnya.

Rugaya menambahkan, guru perlu membangun suasana pembelajaran tanpa memberikan tekanan psikologis berlebihan kepada murid. Prestasi akademik penting, tetapi perkembangan mental, karakter, serta rasa percaya diri peserta didik juga harus mendapatkan perhatian.

Pendekatan psikologis, menurutnya, dapat menjadi jembatan untuk menciptakan hubungan edukatif lebih sehat antara guru dengan murid. Ketika murid merasa dihargai, didengar, serta mendapatkan dukungan, proses pembelajaran berpeluang berlangsung lebih optimal.

Baca juga:  LSM-AMTI Desak Kapolsek Lolayan Tindak Tegas PETI, Turangan; Kalau Mau Lurus, Yah Lurus Sekalian.!

Pelaksanaan workshop selama dua hari diharapkan memberikan dampak konkret terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di MIN 2 Manado.

Kepala MIN 2 Manado, Nurhayati Masloman, S.Pd., M.Si., bersama jajaran tenaga pendidik diharapkan mampu mengimplementasikan hasil workshop dalam kegiatan belajar mengajar.

Optimalisasi potensi murid menjadi agenda penting karena prestasi akademik tidak lahir secara tiba-tiba. Prestasi membutuhkan pembinaan, pendampingan, metode pembelajaran tepat, evaluasi berkala, serta dukungan lingkungan pendidikan.

Guru juga memiliki peran sebagai fasilitator perkembangan murid. Karena itu, kemampuan memahami karakter peserta didik menjadi modal penting dalam menentukan metode pengajaran.

Melalui workshop tersebut, tenaga pendidik MIN 2 Manado diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas hasil belajar.

Kegiatan juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarpendidik. Pertukaran pengalaman, gagasan, serta evaluasi pembelajaran dapat menghasilkan strategi baru untuk menghadapi persoalan pendidikan di lingkungan madrasah.

Pelaksanaan workshop MIN 2 Manado tidak semata-mata menjadi agenda formal kelembagaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

 

Tenaga pendidik juga berkualitas akan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pembelajaran. Pembelajaran berkualitas pada akhirnya diharapkan melahirkan murid dengan kemampuan akademik, karakter, kreativitas, daya nalar, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan.

Pesan utama dari kegiatan tersebut bermuara pada satu tujuan: mendorong setiap murid berkembang sesuai potensinya serta memperoleh kesempatan maksimal untuk mencapai prestasi.

Dengan menggabungkan pendekatan psikologis, strategi pembelajaran inovatif, evaluasi berkelanjutan, serta persiapan akademik secara sistematis, MIN 2 Manado diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kesiapan peserta didik menghadapi TKA.

Workshop 21–22 Agustus 2026 pun menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk melakukan refleksi, memperbarui strategi, serta memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan madrasah lebih bermutu, adaptif, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *