Mosi Tidak Percaya Meledak, KLB Cabut Mandat Ketua Umum IA UPN Veteran Jatim

SURABAYA, TI – Kepemimpinan Ikatan Alumni Universitas Pembangunan Nasional (IA UPN) Veteran Jawa Timur periode 2023–2027 resmi mengalami pergantian arah. Melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Gedung Wismaya 1, Ruang Warsito, Surabaya, Jumat (30/10/2026), mandat Ketua Umum diputuskan untuk dicabut.

Keputusan tersebut menjadi puncak dari akumulasi persoalan internal organisasi yang sebelumnya memicu gelombang ketidakpercayaan dari sejumlah Ketua Ikatan Alumni (IA) Fakultas.

KLB yang berlangsung lebih dari lima jam itu tidak sekadar menjadi forum evaluasi kepengurusan. Forum tersebut sekaligus menjadi panggung koreksi terhadap arah kepemimpinan organisasi yang dinilai telah menyimpang dari prinsip dan semangat awal pembentukan Ikatan Alumni.

Salah satu persoalan serius yang mencuat adalah dugaan penyimpangan prinsip independensi organisasi, termasuk dugaan politisasi IA melalui dukungan terhadap salah satu calon Gubernur Jawa Timur.

Persoalan itu tercantum dalam mosi tidak percaya yang disampaikan para Ketua IA Fakultas pada 22 Oktober 2026. Selain isu independensi, keberatan juga mencakup pelaksanaan program kerja yang dinilai belum optimal, pola kepemimpinan yang disebut otoriter dan familial, serta persoalan prosedur dan etika dalam penyelenggaraan Kongres Nasional.

Wakil Pimpinan Sidang KLB, Diyan Lesmana, menegaskan bahwa persoalan tersebut harus dipandang sebagai masalah kelembagaan, bukan sekadar konflik antarindividu.

Baca juga:  Bank SulutGo Paparkan Kredit Bohusami, Temu Responden BI Bahas Dinamika Ekonomi Terkini

Menurutnya, organisasi alumni seharusnya menjadi rumah bersama bagi seluruh lulusan tanpa terseret kepentingan politik maupun golongan tertentu.

“Organisasi alumni pada hakikatnya merupakan wadah sosial yang berlandaskan kekeluargaan, berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan almamater, serta harus senantiasa terbebas dari keterikatan dan kepentingan partai maupun golongan politik tertentu,” tegas Diyan.

Dalam forum tersebut, para delegasi fakultas diberikan ruang untuk menyampaikan kritik, pandangan, dan argumentasi. Setelah melalui rangkaian persidangan, KLB akhirnya menghasilkan dua keputusan utama: mencabut mandat Ketua Umum IA UPN Veteran Jawa Timur periode 2023–2027 dan menyerahkan kepemimpinan organisasi kepada seluruh Ketua IA Fakultas melalui mekanisme kolektif-kolegial.

Koordinasi kepemimpinan sementara dipercayakan kepada Ketua IA Fakultas Pertanian.

Keputusan tersebut telah dituangkan dalam berita acara KLB dan ditandatangani presidium serta ketua delegasi masing-masing IA Fakultas.

Konsolidasi hingga Juni 2027

KLB belum menetapkan Ketua Umum baru. Para delegasi memilih membangun masa transisi terlebih dahulu untuk memastikan pembenahan organisasi berjalan sebelum pemilihan kepemimpinan definitif.

Tahapan berikutnya mencakup penjaringan kandidat selama tiga bulan, dilanjutkan persiapan kongres pemilihan dalam tiga bulan berikutnya. Pemilihan Ketua Umum definitif ditargetkan berlangsung pada Juni 2027.

Diyan menyebut kepemimpinan kolektif-kolegial bukan sekadar solusi sementara, melainkan kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan dan membangun kembali tata kelola organisasi yang lebih demokratis.

Baca juga:  TPP ASN Minsel Dipotong 36,38 Persen, AMTI: Jangan Bebani ASN di Tengah Ekonomi Sulit

Sementara itu, Wakil Rektor III UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Lukman Arif, M.Si., menyambut baik keputusan KLB dan berharap proses pergantian kepengurusan berjalan lancar serta kondusif.

Dukungan juga datang dari delegasi IA Fakultas Teknik dan Sains, Elmi Sumiyarsono, serta delegasi IA FISIP, Taufik Maulana. Keduanya menilai KLB menjadi momentum penting untuk memperbaiki organisasi dan mengembalikan semangat pengabdian alumni.

Taufik bahkan mengingatkan bahwa organisasi alumni tidak seharusnya dijadikan ruang mencari keuntungan pribadi.

“Jangan mencari hidup di Ikatan Alumni, tetapi hidupilah Ikatan Alumni UPN Veteran Jawa Timur sehingga bermanfaat bagi para alumni,” ujarnya.

Pencabutan mandat ini menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan organisasi alumni tidak boleh berjalan tanpa kontrol dan pertanggungjawaban. Independensi, transparansi, serta kepentingan seluruh alumni harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun politik.

Kini, tantangan terbesar IA UPN Veteran Jawa Timur bukan hanya menemukan Ketua Umum baru, melainkan memastikan bahwa organisasi benar-benar kembali menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni.

Sebab, organisasi alumni semestinya menjadi tempat mengabdi, bukan kendaraan untuk membangun kekuasaan atau memperluas kepentingan politik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *