LSM-AMTI Minta Kapolri Copot Kapolres Bitung, Turangan; Tak Mampu Tindak Tegas Mafia BBM

Bitung, SULUT92 Views

SULUT, TI – Persoalan bahan bakar minyak jenis Solar bersubsidi terus saja menjadi perhatian publik hingga saat ini, hampir semua SPBU di Sulawesi Utara terlihat antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan solar.

Ketersediaan BBM jenis solar, seakan tak mencukupi padahal pihak Pertamina terus memasok BBM solar di semua SPBU sesuai permintaan dan mekanisme yang berlaku.

Anehnya, kenapa Solar sering langka di SPBU,,? Apakah ada sesuatu yang harus dilakukan perbaikan bahkan direformasi dalam hal sistem distribusi.

Khususnya di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, lembaga swadaya masyarakat aliansi masyarakat transparansi indonesia (LSM-AMTI) menyoroti kelangkaan BBM diwilayah tersebut.

Sebagai daerah industri, LSM-AMTI menyoroti niaga BBM solar disana yang diduga sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk meraih keuntungan.

Melalui ketua umum DPP LSM-AMTI, Tommy Turangan SH mengatakan bahwa niaga BBM solar sering dimanfaatkan oleh para mafia solar dengan mengeruk solar dari nosel SPBU dan selanjutnya dijual ke industri.

Hal tersebut menurut Turangan adalah suatu perbuatan melawan hukum, yang harus mendapat tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Turangan mengatakan dengan tegas agar aparat penegak hukum dapat memberikan atensi serius terhadap keluhan masyarakat terutama para sopir-sopir yang harus antri dan bahkan menunggu berjam-jam hingga satu atau dua hari di SPBU untuk mendapatkan solar.

Baca juga:  Wapres Gibran Bakal Hadiri Pembukaan YTC GPdI Sulut 2026, Begini Penjelasan Ketua Panitia Pdt. Hanny Kolondam

Aparat penegak hukum, menurut Turangan harus menelusuri legalitas usaha, asal-usul pasokan, mekanisme distribusi, dan pengawasan dari pihak terkait terhadap niaga solar di Kota Bitung.

Tommy Turangan menyebut bahwa informasi mengenai dugaan keterlibatan Renaldi alias Inal, PT Galaxy Lintas Samudera, gudang di kawasan Sagerat, Bitung, serta kapal SPOB Bunga Armada 01 menjadi bagian untuk diselidiki dan diusut oleh pihak Polres Bitung.

“Ketegasan dari Polres Bitung untuk membersihkan daerah tersebut dari praktek-praktek mafia BBM harus dilakukan dengan melakukan tindakan tegas terhadap mereka terduga pelaku mafia BBM,” ujar Turangan.

Aktivis yang dikenal sangat vokal tersebut menegaskan bahwa praktek-praktek mafia solar tentunya sudah banyak dikeluhkan masyarakat, sehingga perlu adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Ia pun meminta keseriusan dan ketegasan dari Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H. dalam menunjukan eksistensinya dalam penegakan hukum diwilayah Kota Bitung termasuk menindak tegas para pelaku praktek-praktek mafia BBM.

Baca juga:  World Cup 2026, CEP Jagokan Portugal, MEP Sebut England Favorit Juara

Dan selang empat bulan sejak dipercayakan menjabat Kapolres Bitung, Turangan mengatakan bahwa pihaknya belum mendengar adanya tindakan tegas dari Polres Bitung terhadap para mafia-mafia BBM, misalnya menggerebek gudang yang diduga jadi tempat penyimpanan BBM ilegal dan menangkap pelaku-pelaku yang diduga ada dibelakang praktek mafia BBM.

Lanjut Turangan, apabila praktek mafia BBM di kota Bitung tak dapat ditindak dan diberantas, sebaiknya Kapolres Bitung mengundurkan diri.

“Kita lihat disini praktek-praktek mafia BBM subsidi termasuk BBM jenis solar semakin merajalela di kota Bitung namun belum terlihat adanya tindakan tegas dari Kapolres, jadi sebaiknya Kapolres Bitung dicopot karena kami nilai tak bisa merespon keluhan masyarakat tentang sering terjadinya kelangkaan solar di SPBU, yang diduga sering dikuasai oleh para mafia solar, pak Kapolri kami minta segera copot Kapolres Bitung dan menggantinya dengan sosok yang benar-benar komitmen dalam penegakan hukum termasuk memberantas para mafia BBM,” tegas Turangan. (T2)*

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *