Rocky Wilar Masuk Radar Kepemimpinan Unsrat, Rekam Jejak Akademik Jadi Modal Menuju Kursi Rektor

MANADO – Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026–2030 mulai menarik perhatian. Di tengah dinamika pemilihan pimpinan universitas, nama Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A, Subsp. Neo(K), menjadi figur yang patut diperhitungkan.

Bukan tanpa alasan. Rocky memiliki perjalanan panjang di lingkungan akademik Unsrat. Ia bukan hanya dikenal sebagai dokter spesialis anak konsultan neonatologi, tetapi juga akademisi yang telah menduduki sejumlah posisi strategis dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Rekam jejak tersebut menjadi modal tersendiri bagi Rocky untuk menawarkan kepemimpinan di tingkat universitas.

Lahir di Manado pada 9 Juli 1971, Rocky menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Sam Ratulangi dan menyelesaikannya pada 1996. Ia kemudian melanjutkan pendidikan spesialis anak, mendalami subspesialisasi neonatologi, hingga meraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin pada 2015.

Karier akademiknya berkembang melalui berbagai jabatan penting. Rocky pernah menjabat Ketua Program Studi Profesi Dokter periode 2011–2015, kemudian menjadi Sekretaris Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak.

Baca juga:  64 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Manado Tua dan Siladen, PDAM–Polairud Bergerak di Tengah Kemarau

Namanya semakin dikenal di lingkungan Fakultas Kedokteran Unsrat setelah dipercaya memimpin Bagian Ilmu Kesehatan Anak selama dua periode berturut-turut, yakni 2015–2018 dan 2018–2022.

Pengalaman memimpin selama dua periode tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam pengelolaan institusi pendidikan, pengembangan sumber daya akademik, serta penyelenggaraan pendidikan profesi kedokteran.

Dari Fakultas ke Pimpinan Universitas

Perjalanan Rocky kini memasuki lingkup kepemimpinan yang lebih luas. Pada Oktober 2026, ia dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat.

Jabatan ini menempatkannya dalam jajaran pimpinan universitas dengan tanggung jawab terhadap pengembangan kehidupan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, prestasi, serta hubungan dengan alumni.

Pengalaman tersebut menjadi tambahan penting bagi rekam jejaknya. Sebab, seorang rektor tidak hanya dituntut memahami persoalan akademik, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dengan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh elemen kampus.

Tantangan Besar Menanti Pemimpin Unsrat

Kepemimpinan Unsrat periode mendatang akan menghadapi sejumlah pekerjaan strategis. Peningkatan reputasi akademik, produktivitas penelitian, publikasi internasional, kualitas lulusan, digitalisasi layanan kampus, hingga perluasan jejaring kerja sama menjadi agenda penting.

Baca juga:  Gedung PTSP dan Rumah Ibadah Imanuel Diresmikan, Kajati Sulut Tegaskan Komitmen Pelayanan Bersih dan Berintegritas

Dalam konteks tersebut, pengalaman Rocky di bidang pendidikan dan manajemen akademik menjadi salah satu aspek yang dapat diperhitungkan.

Ia memiliki kesempatan menawarkan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari kemajuan universitas.

Namun, pengalaman dan jabatan tentu harus diikuti visi yang terukur, integritas, kemampuan mengelola organisasi besar, serta keberanian melakukan pembenahan.

Dengan rekam jejak panjang di lingkungan Unsrat dan pengalaman baru di tingkat rektorat, Rocky Wilar menjadi salah satu nama yang menarik untuk dicermati dalam pembicaraan mengenai calon pemimpin masa depan Universitas Sam Ratulangi.

Perhatian kini tertuju pada bagaimana pengalaman tersebut dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan program konkret untuk membawa Unsrat semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *