Ini Pasangan Jokowi yang Bisa Buat Jokowi Menang Telak Dalam Pilpres 2019 Nanti

by -177 views

Jakarta/transparansiindonesia.com – Dalam Pilpres 2019 mendatang, Ketua Umum Prabowo Subianto dianggap sebagai lawan terkuat bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, Indo Barometer memiliki pandangan lain mengenai kedua tokoh politik ini.

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyebut, jika Jokowi berpasangan dengan Prabowo, akan dipastikan menang telak dalam pesta demokrasi tersebut. Menurutnya, terdapat tiga skenario Pilpres 2019.

Skenario pertama, Jokowi akan kembali melawan Prabowo seperti pada Pilpres 2014.

“Ini jilid II bisa saja terjadi,” ungkap Qodari dalam acara Dinamika Pilpres 2019, Tiga Skenario Pilpres 2019, Siapa Kuda Hitam?, yang digelar di Jakarta, Kamis (15/2/2018), dilansir tribunnews.com.

Baca juga:  Keluarga Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan RI dan Veteran Dibebaskan PBB oleh Anies Baswedan

Sementara itu, pada skenario kedua Jokowi dan Prabowo akan menyatukan kekuatan untuk melawan pasangan lain. Skenario ini dinamakan kuda catur alias zigzag. Sedangkan pada skenario ketiga akan terdapat tiga calon presiden dan wakil presiden, yakni Jokowi dengan Mr. X, Prabowo dengan Mr. Y, serta pasangan ketiga Mr. Fulan dan Mr. Fulin.

Namun, Qodari memastikan bahwa Jokowi dapat menang telak di Pilpres 2019 jika berpasangan dengan Prabowo, siapapun lawannya nanti.

Salah satu contohnya, jika Jokowi-Prabowo dihadapkan dengan Gatot Nurmantyo-Anies Baswedan. Jokowi-Prabowo akan mendapatkan suara 50,2 persen, sementara Gatot-Anies hanya sebesar 4,5 persen.

Contoh lainnya, ketika Jokowi-Prabowo dihadapkan Jusuf Kalla-Anies. Perolehannya adalah 50,5 persen suara untuk Jokowi-Prabowo dan 3,2 persen untuk JK-Anies.  Begitu pula jika dihadapkan dengan pasangan lain, perolehan Jokowi-Prabowo berkisar di angka 50 persen.

Baca juga:  Yusril Sebut Gugatan Tim Paslon 02 Hanya Asumsi

“Posisi Jokowi-Prabowo dipasangkan kuat sekali, angkanya 50 persenan, kalau ini terjadi saya bisa katakan Pilpres selesai,” tegasnya.

Hasil tersebut diperoleh melalui survei yang digelar pada 23-30 Januari 2018 di 34 provinsi di Indonesia. Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden yang telah mempunyai hak pilih sesuai aturan yang berlaku. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,38 persen.   (red/TI)*