AHY Ingin Dialog dengan Mega, Akankah Demokrat Dukung Jokowi Dalam Pilpres 2019..??

by -196 views
  Jakarta/transparansiindonesia.com – Agus Harimurti Yudhoyono, Komansan Kogasma Partai Demokrat ingin mengajak Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri untuk dialog, Pertemuan keduanya ini pun disinyalir sebagai penjajakan untuk Pilpres 2019.

Kabar soal permintaan untuk dialog ini muncul dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Ajakan dialog itu disampaikan AHY dan Megawati saat pengambilan nomor di KPU.

“Kemarin, ketika mengambil nomor undian, Pak AHY juga menyampaikan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri untuk melakukan dialog. Itu hal yang positif. Politik harus bisa dilakukan dengan dialog, siapa pun,” kata Hasto di Prime Plaza Hotel, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018).

Terkait dialog ini, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik membenarkan ajakan dialog itu disampaikan AHY dan Megawati saat pengambilan nomor di KPU.

Rachland tak menjabarkan gamblang soal rencana silaturahmi tersebut. Dia juga tak menjawab lugas ketika ditanya soal kemungkinan koalisi antara kedua partai.

“Seperti dari seorang anak ke orang tua, silaturahmi. Sederhana aja,” jelas Rachland

“Mau mendengarkan pendapat Ibu Mega lalu melihat apakah silaturahmi antara kedua partai diputuskan,” imbuhnya.

Baca juga:  Ini Tekad CEP-SSL Ditiga Tahun Pertama Kepemimpinan, Bila Pimpin Sulut

Rachland mengatakan pihaknya masih menunggu waktu dari Megawati. “Ibu Mega juga belum bilang setuju kok. Kan bilangnya nanti kita akan berikan waktu, tapi kan belum artinya setuju. Ya kita menunggu aja dari Bu Mega,” tuturnya.

Terkait kemungkinan koalisi, juga ditepis oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto. Agus mengatakan ajakan itu belum merupakan sinyal untuk berkoalisi.

“Tentunya kami belum sampai pada pembicaraan lebih dalam soal itu. Kita lihat nanti. Tapi kita tetap jalin komunikasi dengan partai lain,” kata Agus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Saat ini, PDIP telah resmi mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Jokowi maju sebagai Capres 2019. Ditambah PDIP, Jokowi sudah mengantongi dukungan dari lima partai.

Kelima partai tersebut ialah PDIP, Golkar, NasDem, PPP, dan Hanura. Dengan dukungan kelima partai tersebut Jokowi telah mengantongi 52,21 persen dengan perhitungan hasil Pemilu 2014.

Jika ditambah dengan Demokrat yang memiliki 10,19 persen suara, tentu dukungan untuk Jokowi makin super. Total persentase berdasarkan hasil Pemilu 2014, Jokowi mengantongi 62,40 persen.

Baca juga:  Yuddy Chrisnandi Nyatakan Masuk Golkar

Akan sulit bagi Demokrat untuk membangun poros baru. Apalagi saat ini tinggal PKB dan PAN yang masih belum menentukan sikap. PAN sendiri telah memberikan sinyal untuk bergabung dengan koalisi Gerindra dan PKS yang ingin mengusung Prabowo Subianto.

Jika Demokrat dan PKB berkoalisi mereka hanya mampu meraih 19,23 suara. Di mana UU Pemilu yang baru mensyaratkan presidential threshold (PT) atau syarat parpol/gabungan parpol bisa mengusung capres adalah memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional dalam pemilu sebelumnya.

Sementara Gerindra, PKS, dan PAN disinyalir akan membentuk koalisi dengan mengusung Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Jika wacana ketiga partai ini membangun koalisi terjadi mereka sudah mengantongi 26,19 persen suara.

Dengan sinyal dari AHY, Demokrat tampaknya mempertimbangkan untuk bergabung ke koalisi PDIP Cs untuk mengusung Jokowi. Apalagi berdasarkan hasil survei, nama AHY paling tinggi elektabilitasnya sebagai cawapres.

Apakah pada akhirnya PDIP dan Demokrat bisa menjalin ‘kemesraan’?.    (red/TI)*