AMTI Minta Penegak Hukum Tana Toraja Periksa Kontraktor dan Dinas Terkait, Terhadap Pekerjaan Proyek di Tahun 2016 di Toraja Utara

by -208 views

Sulsel/transparansiindonesia.com – LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), melalui Ketua Umumnya Tommy Turangan SH, meminta kepada penegak hukum yang ada di Tana Toraja, untuk memeriksa kontraktor dan dinas terkait didalamnya, perihal pengerjaan proyek di tahun 2016, yang dinilai abal-abal, atau asal-asalan.

Seperti diketahui, proyek ditahun 2016 ini menelan anggaran yang sangat besar, namun pengerjaannya dinilai asal-asalan, sehingga baru dua tahun berjalan, proyek yang dikerjakan ini sudah ada yang rusak.

“Saya menduga kontraktor yang mengerjakan proyek ini, hanya mengerjakannya asal-asalan, sehingga saat ini apa yang dikerjakan ditahun 2016 lalu, sudah ada yang rusak.” pungkas Turangan.

Baca juga:  Bravo-5, Deklarasikan Jadi Ormas

  Kegiatan proyek ini, berlokasi diantara Tongka dan Tampan Bonga, Kecamatan Bengkelekila.

Atas dugaan proyek yang dikerjakan asal-asalan tersebut, AMTI meminta kepada penegak hukum di Tana Toraja, untuk segera masuk dan turun langsung, memeriksa pengerjaan proyek tersebut.

“Hal ini perlu dilakukan agar nantinya kedepan, para kontraktor dan dinas terkait, belajar dari pengalaman ini, supaya dalam mengerjakan proyek, harus dilakasanakan dengan sebaik-baiknya, jangan asal-asalan.” tegas Ketum AMTI Tommy Turangan SH.

Dia pun menambahkan agar kontraktor yang mengerjakan pengerjaan proyek asal-asalan, di blacklist saja, karena hanya merugikan negara dan masyarakat, serta Turangan pun mengharapkan agar dalam kegiatan lelang proyek, harus berhati-hati, dalam menemtukan kontraktor pemegang tender.

Baca juga:  Alim Ulama dari 30 Provinsi, Nyatakan Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

“Intinya kami minta segera dilakukan pemeriksaan terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek ini, serta dinas atau instansi terkait didalamnya, itu sudah….” tutup Turangan, yang sangat dikenal sebagai aktivis yang sangat vokal ini.    (red/TI)*