Aksi #2019 Ganti Presiden Semakin Banyak dapat Penolakan

by -407 views

Jakarta, transparansiindonesia.co.id – Terkait Ramai nya Penggunaan Hastag 2019 Ganti Presiden dan Penolakan aksi Gerakan Hastag 2019 Ganti Presiden di berbagai daerah di Indonesia hal ini yang di angkat Oleh (BIMA) Barisan Insan Muda dalam Diskusi Jumat Keramat di Up2Yu Jln Menteng Jakarta Pusat.

Banyak nya tokoh yang jadi Pembicara serta diskusi pun Menjadi Menarik Seperti Farhat Abas, Ruhut Sitompul, Gus Sholeh, Tirtayasa , Karyono Wibisono, Andi Arif Yang banyak di tunggu Oleh para Wartawan terkait “Kardus” tampak tidak hadir.

Tirtayasa Wasekjen (JARI/ Jaringan Aktifis Reformasi Indonesia 98) mengatakan ” Hastag 2019 akan menjadi Perdebatan bergulir, yang kita perlu awasi ini bukan hastag nya tapi isi kontennya seperti nanti di Solo kalau isinya tentang khilafah maka kita harus ada di sana……” Teriak Tirtayasa yang di sambut oleh Peserta diskusi.

Baca juga:  JS: Permintaan Maaf Kepada King Property

Tirtayasa juga menambahkan menolak Capres Militer karena ada kaitan nya dengan Tahun 98, Serta akan melaporkan Andi Arif ke Bareskrim, Andi Arif tidak hadir kesini karena takut dengan aktifis kita bisa lihat siapa yang masuk Angin dan siapa yang Penakut Sehingga akan terlihat juga Siapa Yang Bohong Andi Arif atau Sandiaga Uno “.

Gus Sholeh menambahkan Agar Negara bertindak tegas akan hal ini (Hastag) mereka ingin memancing chaos, Tagar ini sudah ada penggiringan.

Farhat Abas dalam Wawancaranya, Menambahkan ” Neno Warisman ini Seolah olah terzolimi padahal dia di selamatkan ini kan kasian aparat…Kalau sikap Seperti ini Seperti Maling teriak maling … ” Tutup Farhat Abas.

Baca juga:  DPR Desak Polri Panggil Paksa Pimpinan KPK, Setara Institute; Tidak Relevan

(red/TI)*