Kolam Makale, Ikon Kota Makale yang Kini Tak Terawat

SULSEL172 Dilihat

Sulsel, transparansiindonesia.co.id – Nama Kabupaten Tana Toraja yang berdiri sejak 1957, sudah sangat mendunia. Makale adalah Ibukota Kabupaten. Menyebut Kota Makale, ingatan akan terfokus pada Kolam yang sejak lama sudah menjadi Icon wilayah ini. Sudah beberapa pemerintahan berganti, pembenahan kolam makale yang pada 2006 melalui Toraya Mamali’, puncak Event Spektakuler dilaksanakan disana. Bahkan monumental/Sculpture diresmikan. Plaza Toraja, tidak sefasih orang menyebutnya, dibanding pengucapan Kolam Makale.

Pada Pemerintahan Ir Nicodemus Biringkanae, selaku Bupati Tana Toraja yang dilantik Februari 2016, pembenahan Kolam Makale mulai dirancang dan dikerjakan. Impian menjadikan Kolam Makale lebih Semarak, Bersinar, dilakukan melalui Revitalisasi. Menelan Biaya hampir 5M, penataan Kawasan Kolam Makale belum juga rampung? Sudah 2 tahun penganggaran belum mampu menghadirkan wajah baru Kolam Makale yang spektakuler (sebanding nilai proyeknya).

Baca juga:  Makapedua; "RSUD Lakipadada Siap Tampung Pasien Covid-19"

Menuai sorotan, Pemerintah Tana Toraja tidak bergeming, anggaran untuk Kolam Makale tetap mengalir. Bahkan sempat ditangani oknum Staf Khusus Bupati Tana Toraja, Waouw? Sungguh luar biasa. Bahkan DPRD Tator juga ikut menyetujui usulan tersebut.

Dari informasi yang diterima di Lembaga Wakil Rakyat, penganggaran selama ini hanya dibahas secara gelondongan, semisal Pembangunan Kawasan Kolam Makale, Pembangunan Kawasan Wisata Religi Buntu Burake, dan seterusnya, mereka (Anggota DPRD) tidak pernah disuguhi item pekerjaan yang akan dibangun, Senin. (29/10).

Diaspora Toraja yang peduli tentang “Kampong Halaman” turut berkomentar, tentang lambannya penyelesaian Penataan Kawasan Kolam Makale. Menurut Adolpina Kondorura, kemilau lampu di kolam Makale akan berjoget ria bulan juni, namun tidak ada sampai sekarang, Memprihatinkan!

Baca juga:  Tahun 2020, Pemerintah Pusat Kucurkan Dana Sebesar Rp.1 Trilliun untuk Pembangunan Jalan di Sulsel

Lanjutnya, segera dibenahi dan diusut, karena merupakan icon Kota Makale dan Kebanggan Tana Toraja jangan sampai Proyek Mangkrak. “Betul pak…jujur kaget sekali pas liat desember kemarin kok sudah ke padang rumput tak terurus..Semoga pandangan itu sudah berubah saat pulkam nanti Desember “ harap Adolpina.

Nilai proyek yang fantastis dibanding luas kawasannya, juga membuat banyak pihak merasa penasaran. Bahkan sebelumnya melalui beberapa pemberitaan, Pihak Kejari Makale, bolak-balik meninjau proyek. “.Masa proyek sekecil itu bertahun-tahun..Semoga & semoga (selesai)” pintanya.

Kita nantikan saja, niat baik dari Pemkab Tana Toraja, dimana Nico sebagai Nahkodanya, akankah mampu menyuguhkan Wajah Kolam Makale yang Kemilau sesemarak Kemilau Toraja 2018? Ataukah harus menunggu 3x Desember?.

(red)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *