Jefry Mailensun; “Stop Karhutla, Hukuman Penjara dan Denda Menanti Bagi Pelaku”

by -469 views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Musim kemarau yang saat ini melanda wilayah Kabupaten Minahasa Selatan sangat berpotensi terjadinya kebakaran baik itu di pemukiman maupun di Hutan dan lahan perkebunan.

Mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, Polres Minsel mengeluarkan himbauan terkait Karhutla, dan tak terkecuali juga di wilayah hukum Polsek Ranoyapo.

Kepala Kepolisian Sektor Ranoyapo (Kapolsek Ranoyapo) Iptu Jeffry Mailensun mengatakan agar warga masyarakat yang ada di wilayah hukum Polsek Ranoyapo untuk mengantisipasi potensi-potensi yang bisa menimbulkan kebakaran Hutan dan Lahan yang nantinya akan merugikan warga masyarakat banyak serta juga berimbas pada polusi udara.

“Stop Karhutla, karena sanksi dan hukumannya jelas sesuai dengan undang-undang yang berlaku Pasal 187 KUHP ‘Barangsiapa dengan sengaja menimbulkan Kebakaran diancam dengan pidana penjara selama 12 tahun’, dan Undang-undang Pasal 188 KUHP ‘Barangsiapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran diancam pidana penjara selama 15 tahun,” tegas Kapolsek Jefry Mailensun.

Baca juga:  Tindak Lanjut Instruksi Bupati, Poopo Utara Bentuk Posko Penanganan Covid-19

Ia pun menghimbau kepada warga masyarakat yang ada di Kecamatan Ranoyapo untuk tidak melakukan pengolahan lahan atau pembersihan lahan dengan membakar lahan, karena sangat berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan, yang akan merugikan banyak orang.

Kapolsek juga menegaskan agar masyarakat menghindari potensi terjadinya kebakaran, karena barangsiapa dengan sengaja ataupun tidak sengaja membuat kebakaran atau menyebabkan kebakaran yang dapat mendatangkan kerugian bagi orang lain (orang banyak) akan dituntut hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp.5 Milliar.

Ditambahkannya pula bahwa himbauan ini kiranya dapat diteruskan dan disosialisasikan kepada warga masyarakat oleh para HukumTua, para Pendeta, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemerintah baik Kecamatan maupun Desa, baik di kegiatan-kegiatan suka maupun duka, agar warga masyarakat dapat memahami akan bahaya kebakaran dan sanksi serta hukuman bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Baca juga:  Puskesmas Maesaan Gelar Ibadah PraNatal

“Saya minta agar kiranya para HukumTua, tokoh-tokoh Agama, tokoh adat, untuk terus mensosialisasikan himbaun ini kepada warga masyarakat, agar supaya warga masyarakat dapat mengerti dan memahami akan bahaya kebakaran serta hukuman dan denda bagi pelaku kebakaran,” tutup Mailensun.

(Hengly)*