Captikus Jadi Alternatif Cegah Penularan Covid-19, Pemdes Malola Satu Siap Kerja-sama dengan Pemerintah Daerah

Minsel1056 Views

Minsel, transparansiindonesia.co.id — Bahaya mengenai virus corona (Covid-19) telah membuat warga masyarakat was-was, dan dengan segala upaya mencari solusi bagaimana menangani penularan Covid-19 tersebut.

Hal baru yang muncul yakni Produk olahan petani yakni Captikus rupanya bisa dijadikan alternatif dalam mencegah penularan Covid-19 dengan dijadikan Hand Sanitizer atau cairan pencuci tangan.

Apabila Captikus dijadikan sebagai bahan dasar Hand Sanitizer, tentunya permintaan akan produk Captikus akan meningkat, daerah-daerah sentra produsen Captikus tentunya akan memproduksi Captikus dalam jumlah yang banyak.

Salah satu wilayah penghasil olahan Captikus yakni Desa Malola dan Malola Satu, dimana menurut HukumTua Desa Malola Satu Jenly Sinaulan bahwa desa Malola dan Malola Satu sebagai Desa penghasil Captikus terbesar didunia tentunya akan berupaya memenuhi permintaan produk Captikus bila diperlukan.

Baca juga:  Realisasikan Prioritas Penggunaan Dana Desa, Pemdes Karowa Salurkan BLT

“Desa Malola dan Malola Satu sebagai Desa penghasil Captikus terbesar didunia, tentunya akan memproduksi olahan petani dari pohon seho tersebut dengan jumlah banyak apabila permintaan juga banyak, guna dipakai sebagai bahan dasar Hand Sanitizer,” ujar Jenly Sinaulan.

Dikatakannya pula bahwa pihak pemerintah dan para petani Captikus di desa tersebut akan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, guna memenuhi akan kebutuhan Captikus dalam rangka menanggulangi akan penularan Covid-19 agar tidak lebih meluas di wilayah Sulawesi Utara.

“Kita akan siap bekerja sama dengan pemerintah dalam hal produksi Captikus, dan kita merasa bangga produk Captikus bisa menjadi salah satu penangkal Covid-19,” tambah Jenly Sinaulan kepada awak media transparansiindonesia.co.id melalui saluran telepon seluler.

Baca juga:  Pengucapan Syukur Minsel, Kapolsek Tompasobaru Himbau Warga Untuk Jaga Keamanan Bersama

Ia pun mengatakan bahwa selaku pemerintah desa, ia terus mensosialisasikan kepada warga masyarakat untuk jaga kesehatan terkait Covid-19, dan jangan panik namun terus waspada.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BPD Malola Satu Fenny Liando SPd, yang mengatakan bahwa jika nantinya Captikus akan menjadi bahan penangkal Covid-19 dengan dijadikan Hand Sanitizer tentunya para petani akan memproduksi dengan jumlah banyak, untuk memenuhi permintaan dari Pemerintah.

(Hengly)*