Anggaran Dandes Ratusan Juta Rupiah Terancam Mubazir

by -280 views

Minsel, tranparansiindonesia.co.id – Anggaran Dana Desa tahun 2020 desa Lowian Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan yang dimana untuk pembangunan fisik atau Infrastruktur desa adalah pembangunan kolam air panas yang diharapkan akan menjadi objek wisata andalan desa.

Pembangunan kolam air panas yang diharapkan akan menjadi destinasi wisata andalan di Minahasa Selatan, dan tentunya akan menjadi sumber pendapatan asli desa Lowian langsung terealisasi, dimana pengelolaan objek wisata kolam pemandian air panas dikelola oleh BUMDes.

Diketahui pembangunan kolam pemandian air panas tersebut, menelan anggaran kurang lebih Rp.330-an juta, yang anggarannya bersumber dari anggaran dana desa Lowian tahun 2020.

Sejak diresmikan pada Oktober 2020 lalu, pengelolaan objek wisata kolam air panas oleh BUMDes hingga akhir tahun 2020 telah mendapatkan penghasilan atau pendapatan dimana nantinya akan ada bagi hasil antara pengelola dalam hal ini BUMDes dan desa.

Namun objek wisata kolam pemandian air panas desa Lowian yang pembangunannya menelan anggaran Dandes ratusan juta rupiah, terancam mubasir, pasalnya ditahun 2021 ini objek wisata terlihat terbengkalai BUMDes pun selaku pengelola objek wisata kolam pemandian air panas terlihat sudah banyak yang tidak aktif lagi.

Baca juga:  Bupati FDW Pimpin Rakor HukumTua Se-Minsel

Sangat disayangkan, aset desa yang diharapkan akan mampu menjadi sumber pendapatan asli desa dan juga diharapkan dapat meningkatkan roda perekonomian desa kini terlihat tak terawat, sehingga minim pengunjung padahal salah satu sumber pendapatan di objek wisata tersebut adalah dari tiket masuk para pengunjung.

Pembenahan terkait pengelolaan objek wisata kolam pemandian air panas tersebut, perlu secepatnya dilakukan, agar supaya manfaat dari pembangunan kolam pemandian dapat tepat sasaran dan tepat guna.

Potensi desa yang seharusnya dikelola dengan baik, dan tentunya harus perlu orang-orang yang memiliki inovasi dan kreativitas guna bagaimana melakukan pembenahan di objek wisata tersebut agar menarik minat pengunjung, yang dampaknya adalah masuknya income atau pendapatan ke desa.

Baca juga:  Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tombasian - Amurang di Resmikan

Pemerintah desa harus mengambil sikap tegas, agar objek wisata kolam pemandian air panas yang merupakan aset desa, bisa lebih berkembang, dan menjadi destinasi wisata andalan di Minahasa Selatan bahkan di Sulut.

Berharap agar potensi desa Lowian yakni Kolam Pemandian Air Panas, yang pembangunannya melalui anggaran dana desa dengan nilai ratusan juta rupiah, dapat segera dibenahi bukan saja di lokasi objek wisata, tapi juga pengelolaannya yang saat ini ditangani oleh BUMDes, jangan sampai anggaran ratusan juta rupiah yang digelontorkan untuk pembangunan objek wisata tersebut mubazir.

Dari informasi juga yang didapat bahwa pemerintah desa Lowian juga menganggarkan kurang lebih Rp.140-an juta melalui anggaran dana desa tahun 2021 untuk pengembangan objek wisata kolam pemandian air panas tersebut. (Hengly)*