Kampar, TI. Mobil ambulans untuk pelayanan kesehatan masyarakat patut dipertanyakan Pirdaus selaku Kepala desa Ludai Kecamatan Kampar Kiri Hulu, kabupaten Kampar.
Pasalnya, program pengadaan mobil ambulans sewaktu Pemerintahan Daerah Kampar, dipimpin H.Catur Sugeng Susanto, ambulans desa Ludai dikabarkan telah menerima uang untuk pembelian satu unit mobil ambulans.
Meski demikian menurut laporan dari orang dalam yang kami terima baru baru ini, mobil ambulans tersebut justru kini ketersediaan belum terlihat di desa Ludai.
Skandal ini menjadi peringatan bahwa pengelolaan dana desa terpelosok masih retan rawan diselewengkan oleh oknum tak bertanggungjawab demi kepentingan pribadi atau kelompok.
“Banyak warga mempertanyakan anggaran ambulans desa Ludai sekarang, padahal anggarannya diduga sudah terealisasi bahkan semenjak tahun 2019 lalu,” ujar seorang warga yang diminta namanya dilindungi, (27/9/2025).
Warga menyatakan seharusnya saat ini ambulans desa tersebut bisa difungsikan oleh masyarakat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi warga desa yang sakit apalagi dengan jarak tempuh yang cukup jauh ke pusat layanan kesehatan serta minimnya transportasi yang memadai menjadi kendala utama di desa Ludai.
Kini, warga Ludai hanya bisa berharap agar pihak berwenang baik dari Inspektorat melakukan pengawasan/audit,, Kepolisian, Kejaksaan, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi segera menindaklanjuti temuan ini dan menyeret pelakunya ke meja hijau, pungkas seorang warga Ludai.
Sedangkan kepala desa Ludai Pirdaus saat kami wancarai soal dugaan raibnya anggaran satu unit mobil ambulans melalui via saluran whatsapp, justru lebih memilih diam, sehingga berita ini layak kami terbitkan. (R/H)











