Dinas Pariwisata Manado Dorong Kelurahan Kreatif Berbasis Potensi Lokal

“Enam Kelurahan jadi percontohan pengembangan ekraf Kota Manado”.

Foto-foto saat kegiatan berlangsung.
Foto-foto saat kegiatan berlangsung

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, PEMERINTAHAN, MANADO,- Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pariwisata terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif melalui pemberdayaan potensi lokal di tingkat kelurahan.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertema “Mewujudkan Kelurahan Kreatif Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kota Manado”, berlangsung Kamis, (6/8/ 2026), bertempat di Kantor Dinas Pariwisata Kota Manado.

Agenda penguatan kapasitas masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem pariwisata berbasis potensi lokal.

Kelurahan dipandang memiliki kekayaan sumber daya, kreativitas masyarakat, produk budaya, hingga potensi ekonomi kreatif mampu dikembangkan sebagai kekuatan baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata.

Kegiatan dibuka melalui penyampaian laporan oleh Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Manado, Naomi A.J. Ruru, SS., M.Si.

Laporan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pembekalan bagi para peserta, sekaligus mempertegas arah kebijakan pengembangan kelurahan kreatif di Kota Manado.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari jajaran lurah serta pelaku ekonomi kreatif dari enam kelurahan percontohan, meliputi Malalayang Satu Barat, Pinaesaan, Tongkeina, Ternate Baru, Wenang Selatan, serta Sario.

Pelibatan enam kelurahan percontohan menjadi langkah awal dalam membangun model pengembangan potensi lokal secara lebih terarah.

Setiap wilayah memiliki karakter, sumber daya, tradisi, kreativitas, serta peluang ekonomi berbeda. Keberagaman tersebut perlu dipetakan secara cermat agar dapat menghasilkan produk maupun atraksi wisata bernilai ekonomi sekaligus memiliki identitas kuat.

Materi pertama bertajuk “Membangun Kelurahan Berbasis Potensi Lokal dan Ekraf” disampaikan Ketua Forum Ekonomi Kreatif, Edbert M. Mirah, ST., MURP. Pembahasan diarahkan pada pentingnya pemetaan potensi lokal sebagai fondasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Baca juga:  Teddy Momongan, Figur Pelayan Masyarakat Siap Bertarung pada Pemilihan Hukum Tua Desa Tember

Pengembangan kelurahan kreatif tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial. Diperlukan kemampuan masyarakat mengenali kekuatan wilayah, mengolah sumber daya secara produktif, menciptakan produk kreatif, membangun kemasan menarik, sekaligus membuka akses pasar lebih luas.

Potensi lokal dapat hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari kuliner, kerajinan, seni, budaya, subsektor kreatif, hingga karakter kawasan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Apabila dikelola secara profesional, potensi tersebut dapat berkembang menjadi produk unggulan sekaligus membuka ruang usaha baru bagi masyarakat.

Materi kedua bertajuk “Potensi Ekonomi Kreatif Kota Manado: Melangkah Maju” disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther T. J. Mamangkey, SE., MM.

Pemaparan tersebut memberikan perspektif lebih luas mengenai arah pengembangan ekonomi kreatif di Kota Manado. Pemerintah daerah mendorong pelaku ekonomi kreatif agar tidak sekadar menghasilkan produk, tetapi mampu meningkatkan kualitas, inovasi, daya saing, serta nilai jual melalui pengelolaan secara berkelanjutan.

Penguatan sektor ekonomi kreatif juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan pariwisata. Wisatawan tidak hanya membutuhkan destinasi, tetapi turut mencari pengalaman, produk khas, kuliner lokal, karya seni, kerajinan, serta berbagai aktivitas memiliki karakter khas daerah.

Atas dasar tersebut, kelurahan memiliki posisi strategis sebagai ruang tumbuh ekonomi kreatif. Pemerintah kelurahan, pelaku usaha, komunitas kreatif, serta masyarakat dapat membangun kolaborasi guna menciptakan ekosistem produktif berbasis kekuatan wilayah.

Program kelurahan kreatif juga diarahkan untuk mendorong masyarakat menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat. Keterlibatan langsung masyarakat diharapkan melahirkan gagasan baru, membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkuat identitas setiap kawasan.

Melalui penguatan kapasitas pada tingkat kelurahan, pemerintah berharap setiap wilayah percontohan mampu melakukan pemetaan potensi secara mandiri. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi program kreatif, produk unggulan, maupun daya tarik wisata memiliki nilai ekonomi serta daya saing.

Baca juga:  Medy Lensun Perjuangkan Rakyat Penambang Tradisional Boltim

Pendekatan berbasis potensi lokal juga menjadi strategi penting untuk menjaga karakter Kota Manado. Pertumbuhan pariwisata tidak semata mengejar peningkatan jumlah kunjungan, tetapi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk lokal serta kesejahteraan masyarakat.

Dinas Pariwisata Kota Manado menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan strategis dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Kreativitas masyarakat perlu mendapat ruang, pendampingan, promosi, serta akses pasar agar mampu berkembang dari skala komunitas menuju sektor usaha lebih kompetitif.

Enam kelurahan percontohan diharapkan dapat menjadi laboratorium pengembangan gagasan kreatif sekaligus menghasilkan model pemberdayaan dapat direplikasi pada kelurahan lain di Kota Manado.

Keberhasilan program tersebut tentu membutuhkan konsistensi. Pemetaan potensi harus dilanjutkan dengan pendampingan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, pengembangan produk, strategi pemasaran, serta promosi destinasi secara terpadu.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dunia usaha, serta pemangku kepentingan pariwisata menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kreatif berkelanjutan.

Melalui agenda pengembangan kelurahan kreatif, Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui kekuatan lokal. Setiap kelurahan memiliki peluang untuk tumbuh berdasarkan karakter serta potensi masing-masing.

Pengelolaan secara serius, inovatif, profesional, serta berkelanjutan diharapkan mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru sekaligus memperkaya daya tarik pariwisata Kota Manado.

Program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk membangun masyarakat lebih mandiri, produktif, kreatif, serta memiliki daya saing, sekaligus mendukung visi pembangunan Manado sebagai kota maju, sejahtera, serta memiliki sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin kuat.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *