Minsel, transparansiindonesia.co.id – 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesakitan Pancasila (Harsakti), dalam rangka mengenang gugurnya para jenderal dalam peristiwa gerakan 30 September (G30S/PKI).
Peristiwa G30S/PKI mengakibatkan gugurnya pahlawan revolusi yang dibunuh secara kejam oleh PKI guna menggulingkan negara.
Namun, upaya dari PKI dapat ditumpas dan berhasil mengamankan dan mempertahankan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia.
Keberhasilan menumpas Gerakan 30 September tersebut juga menjadi penegasan bagaimana teguhnya Pancasila sebagai ideologi negara.
Peristiwa mengenaskan yang dikenal sebagai G30S/PKI mengakibatkan gugurnya 7 perwira TNI Angkatan Darat dan 1 perwira pertama, yang kemudian mereka ditetapkan sebagai pahlawan revolusi.
Ditetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesakitan Pancasila, sebagaimana keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 153 tahun 1967, guna memperkuat kesadaran berbangsa bernegara bernegara.
Peringatan Harsakti tahun 2026, juga menjadi perhatian dari anggota DPRD kabupaten Minahasa Selatan, Novita Violetta Maramis S.Ak.
Legislator Minsel yang masuk dalam komisi III DPRD Minsel tersebut mengatakan bahwa peringatan Hari Kesakitan Pancasila diharapkan dapat menjadi momentum untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Adapun tema yang diangkat pada peringatan Harsakti tahun 2026 yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Sebagaimana tema yang diangkat tersebut, Novita Violetta Maramis mengatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara, sebagai pemersatu bangsa, harus mampu diamalkan oleh setiap warga negara ditengah keberagaman kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Keteguhan dan kesaktian Pancasila telah dibuktikan melalui upaya G30S/PKI, namun saktinya Pancasila berhasil menghadapi rongrongan ideologi lain, ini harus kita pahami bahwa Pancasila merupakan ideologi negara yang harus kita pertahankan,” ujar NVM.
Ia pun mengatakan melalui peringatan Hari Kesakitan Pancasila yang diperingati setiap tahun, warga negara dapat memahami simbol keteguhan Pancasila dalam menghadapi rongrongan ideologi lain.
Selain itu melalui momentum peringatan Harsakti warga negara diajak untuk terus mempererat dan memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan nasional ditengah keberagaman.
“Melalui momentum peringatan Hari Kesakitan Pancasila kita diajak untuk terus mempererat dan memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman, dan juga mengenang jasa-jasa para pahlawan revolusi untuk semakin menumbuhkan semangat nasionalisme,” kata Novita Maramis.
Anggota DPRD Minsel Fraksi Partai Nasdem dari daerah pemilihan Minsel III tersebut, juga mengajak warga negara untuk terus menanamkan dan memelihara nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat Pancasila, selamat memperingati Hari Kesakitan Pancasila untuk kita selalu memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan, karena Pancasila adalah pemersatu bangsa, mari kita selalu tanamkan dan amalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari ditengah keberagaman nasional,” ucap Srikandi yang dikenal sangat peduli dengan warga masyarakat tersebut. (Hen)*
