Jhon Durand Desak Kapolda Sulut Tutup Crusher Di Desa Mondatong Baru

SULUT30 Views

SULUT, TI – Warga masyarakat desa Mondatong Baru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, mengeluhkan aktivitas Crusher yang ada diwilayah mereka.

Pasalnya, menurut warga aktivitas Crusher tersebut menimbulkan polusi udara yang diakibatkan oleh debu yang beterbangan dari aktivitas Crusher.

Ancaman ISPA semakin membayangi warga masyarakat yang beraktivitas karena debu yang dihasilkan aktivitas Crusher terbang kemana-mana hingga ke pemukiman warga.

Kondisi tersebut mendapat sorotan tajam dari Jhon Durand yang mendesak agar ada perhatian serius dari pihak terkait terhadap keluhan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow seharusnya merespon keluhan masyarakat tersebut, karena selain menganggu kenyamanan dan kesehatan warga, aktivitas Crusher tersebut juga berdampak pada hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Baca juga:  Isu Pengaturan Wartawan Terkait Tambang Dibantah, Kapolres Boltim Minta Publik Objektif

Jhon Durand selanjutnya meminta agar Kapolda Sulawesi Utara, Irjenpol Yudo dapat mengambil langkah tegas untuk menertibkan dan menutup aktivitas Crusher di desa Mondatong Baru, Kecamatan Poigar.

“Aktivitasnya sangat membahayakan kesehatan masyarakat oleh karena debu yang dihasilkan oleh aktivitas Crusher tersebut, maka kami minta agar Pak Kapolda Sulut dapat menertibkan dan menutup aktivitas Crusher di desa Mondatong Baru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow,” ujarnya.

Selain itu, menurut Jhon Durand bahwa akibat dari paparan debu yang beterbangan tersebut juga berdampak pada hasil pertanian dan perkebunan warga.

Baca juga:  Momentum HUT Ke-62 Sulawesi Utara, CEP-MEP Dorong Pembangunan Untuk Sulut Melaju

Dimana pohon-pohon kelapa milik warga sudah tidak lagi menghasilkan (berbuah) dan pohon lainnya juga terancam mati, karena paparan debu hasil aktivitas Crusher.

“Ancaman kesehatan warga, mulai dari ISPA, penyakit kulit, dan diare, belum lagi ekonomi masyarakat yang mengalami penurunan akibat hasil pertanian dan perkebunan yang menurun jauh akibat aktivitas Crusher tersebut yang menghasilkan debu, dan ini harus menjadi perhatian pak Kapolda dan pak Gubernur Sulawesi Utara untuk segera menutup aktivitas Crusher tersebut,” tegas Jhon Durand. (T2)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *