“Cap Go Meh Bitung 2026, Refleksi Persatuan Multikultural dalam Bingkai Keamanan Nasional”.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HUKRIM, HUMAS POLRES BITUNG,- Kepolisian Resor Bitung menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan menurunkan puluhan personel pengamanan pada rangkaian Perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh Imlek 2577 Tahun 2026 yang dipusatkan di Klenteng Seng Bo Kiong, Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan pengamanan terpadu tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasional Polres Bitung, Komisaris Polisi Karel Tangay, S.H., sebagai bagian dari strategi preventif dan responsif kepolisian guna memastikan seluruh rangkaian ibadah, prosesi budaya, serta aktivitas masyarakat yang terlibat dalam perayaan berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan keamanan yang berarti.
Perayaan Cap Go Meh yang dipimpin oleh Pandita Roully Ciwulusan tersebut diikuti oleh sekitar 100 umat dalam prosesi utama peribadatan, sementara antusiasme masyarakat tercermin dari kehadiran kurang lebih 5.000 warga yang memadati sejumlah titik strategis sepanjang rute arak-arakan, sehingga menciptakan atmosfer kebersamaan yang sarat nilai spiritual, sosial, dan budaya.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Bitung Hengky Honandar bersama Ny. Ellen Honandar Sondakh, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka bersama Ny. Jacinta Maringka Gumolung, Sekretaris Kota Bitung Ir. Ignatius Rudy Theno, S.T., M.T., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, anggota DPRD Kota Bitung, para kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat yang secara kolektif memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan lintas budaya tersebut.
Rute prosesi perayaan dimulai dari Klenteng Seng Bo Kiong, kemudian melewati Ruas Jalan 46 menuju kawasan Inkoasku, berlanjut ke pertigaan Inkoasku, berputar arah menuju depan SMK Negeri 2 Bitung, kembali melintasi Ruas Jalan 46, melewati depan Rumah Dinas Wali Kota Bitung, dan berakhir kembali di Klenteng Seng Bo Kiong sebagai pusat kegiatan ibadah dan budaya.
Dalam rangka menjamin kelancaran arus lalu lintas, keamanan peserta, serta kenyamanan masyarakat, Polres Bitung bersinergi secara aktif bersama Kodim 1310 Bitung, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan Kota Bitung, dengan melibatkan unsur Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Sabhara, Kapolsek Maesa, serta jajaran pengamanan lainnya yang ditempatkan di titik-titik rawan kepadatan massa.
Mewakili Kapolres Bitung, Kabag Ops Kompol Karel Tangay, S.H. menegaskan bahwa pengamanan perayaan Cap Go Meh merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin hak masyarakat untuk menjalankan ibadah dan tradisi budaya secara aman, bermartabat, serta bebas dari ancaman gangguan keamanan.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh rangkaian perayaan Goan Siau atau Cap Go Meh berjalan aman, tertib, dan lancar, karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga secara kolektif. Polres Bitung hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus memperkuat sinergi lintas sektoral demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kompol Karel Tangay.
Lebih lanjut, dirinya juga menekankan pentingnya menjadikan momentum perayaan Cap Go Meh sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah kemajemukan masyarakat Kota Bitung.
“Perayaan Cap Go Meh bukan sekadar ekspresi budaya, melainkan simbol persatuan dan harmoni sosial. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan secara tertib dan bermartabat,” tambahnya.
Seluruh rangkaian Perayaan Cap Go Meh Imlek 2577 Tahun 2026 berakhir pada pukul 19.10 WITA dalam keadaan aman, terkendali, dan kondusif, tanpa adanya laporan gangguan keamanan maupun insiden yang mengganggu jalannya kegiatan, sehingga kehadiran aparat pengamanan yang humanis dan profesional memperoleh apresiasi luas dari masyarakat.
Momentum perayaan tersebut kembali menegaskan bahwa harmoni sosial, toleransi antarumat beragama, serta semangat kebersamaan di Kota Bitung tetap terpelihara secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas serta persatuan bangsa.
(kontributor sulut, Wahyudi barik)
