394 Calon Jemaah Haji Sulawesi Utara Tiba di Asrama Haji Tuminting, Kondisi Sehat dan Siap Menuju Tanah Suci

“Transformasi layanan haji 2026: kemenhaj sulut hadirkan pendekatan digital dan pelayanan sepenuh hati serta ramah dan senyum”.

serangkaian kondisi calon jamaah haji tahun 2026, foto insert, kakanwil kemenhaj Sulawesi Utara, Hi. Wahyuddin Ukoli.
serangkaian kondisi calon jamaah haji tahun 2026, foto insert, kakanwil kemenhaj Sulawesi Utara, Hi. Wahyuddin Ukoli.

TRANSPARANSI INDONESIA.CO.ID, HAJI, SULAWESI UTARA,- Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika La Syarika Laka Labbaik,Suasana penuh Haru, Kekhidmatan, dan Harapan menyelimuti Kompleks Asrama Haji Tuminting, Kota Manado.

Ketika Ratusan Calon Jemaah Haji (Calhaj) Asal Provinsi Sulawesi Utara, secara resmi memasuki Tahapan Awal Perjalanan Spiritual menuju Tanah Suci.

Sebanyak 394 calon jemaah haji untuk musim haji 1447 Hijriah atau tahun 2026, telah tiba dan berkumpul di Wisma Haji wilayah Tuminting dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah.

Kedatangan para tamu Allah tersebut berlangsung secara bertahap dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara, menggunakan armada transportasi darat berupa bus yang telah difasilitasi oleh pemerintah daerah masing-masing.

Setiap rombongan tiba dengan pengawalan serta pendampingan dari petugas haji daerah, disertai kehadiran keluarga yang mengantar dengan penuh doa dan harapan.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Utara, Hi. Wahyuddin Ukoli, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses kedatangan seluruh calon jemaah.

Dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat (1/5/26) Siang tadi, Dirinya menegaskan bahwa seluruh jemaah yang tiba berada dalam kondisi fisik yang baik.

“Alhamdulillah, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Provinsi Sulawesi Utara telah menerima seluruh calon jemaah dari berbagai daerah. Kondisi kesehatan secara umum sangat baik, meskipun terdapat sejumlah jemaah lanjut usia yang tetap memerlukan perhatian khusus,” ujar Wahyuddin dengan penuh optimisme.

Rombongan jemaah tersebut berasal dari berbagai wilayah, antara lain Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow Raya, Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, serta Kota Tomohon.

Baca juga:  Mesin Rusak di Tengah Laut, Nelayan Bitung Ditemukan Selamat oleh Ditpolairud Polda Sulut

Keberagaman asal daerah tersebut mencerminkan semangat kebersamaan umat Islam Sulawesi Utara dalam menunaikan ibadah haji.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas yang tertib dan terorganisir dengan baik. Para jemaah terlihat menjalani proses memasuki Aula, sambil mendengar arahan dari panitia, semuanya berjalan dengan penuh kedisiplinan.

Sementara wajah-wajah penuh haru tampak jelas, berpadu dengan suasana kesyahduan dari keluarga yang mengantar.

Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penyelenggaraan ibadah haji di Sulawesi Utara. Untuk pertama kalinya, pelaksanaan berada di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah yang mengusung pendekatan baru dalam pelayanan, terutama dengan penekanan pada prinsip ramah lansia, inklusivitas bagi penyandang disabilitas, serta perhatian khusus terhadap kebutuhan jemaah perempuan.

Wahyuddin menegaskan bahwa seluruh petugas haji telah diberikan arahan tegas untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam melayani jemaah. Setiap petugas diminta menempatkan diri sebagai keluarga bagi para jemaah, guna menciptakan suasana nyaman selama berada di asrama maupun selama perjalanan ibadah.

“Seluruh petugas wajib memberikan pelayanan sepenuh hati, menghadirkan keramahan, serta menjaga sikap profesional. Tidak boleh ada tindakan yang berpotensi mengganggu kenyamanan jemaah. Apabila ditemukan pelanggaran, tindakan tegas akan langsung diambil,” tegasnya dengan nada serius.

Penekanan terhadap kualitas pelayanan tersebut bukan tanpa alasan.

Menurutnya, bahwa tahun sekarang adalah rata-rata jamaah yang akan berangkat itu paling banyak adalah lansia.

Sementara tim kesehatan yang tergabung dalam kloter telah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap kondisi setiap jemaah. Langkah tersebut bertujuan memastikan kesiapan fisik serta mengantisipasi potensi gangguan kesehatan selama perjalanan panjang menuju Arab Saudi.

Baca juga:  Perkuat Integritas Personel, Polresta Manado Laksanakan Tes Urine Tanpa Pemberitahuan

Selain pendekatan medis, aspek psikologis juga menjadi perhatian penting. Petugas memberikan pendampingan secara menyeluruh guna menjaga stabilitas mental jemaah, terutama bagi mereka yang pertama kali menunaikan ibadah haji.

Di sisi lain, suasana di Asrama Haji Tuminting tidak hanya dipenuhi aktivitas administratif, tetapi juga nuansa spiritual yang kental. Lantunan doa, zikir, terus berkumandang agar memperkuat kesiapan mental dan spiritual jemaah sebelum berangkat.

Bagi banyak jemaah, keberangkatan menuju Tanah Suci merupakan puncak dari perjalanan panjang, baik secara finansial maupun spiritual.

Tidak sedikit yang telah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan tersebut. Oleh karena itu, setiap tahapan dijalani dengan penuh kesungguhan dan rasa syukur.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama seluruh pemangku kepentingan terus berkomitmen memberikan dukungan, baik moril maupun materil secara maksimal terhadap kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

Koordinasi lintas sektor dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh aspek berjalan sesuai rencana.

Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, sistem pelayanan yang semakin modern, serta komitmen kuat dari seluruh pihak terkait, jemaah haji Sulawesi Utara tahun 2026 diharapkan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, aman, dan penuh kekhusyukan.

Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual yang sarat makna.

Dari Asrama Haji Tuminting, langkah awal telah dimulai, membawa harapan besar agar setiap jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

 

(kontributor sulut, Wahyudi barik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *