Kampar, TI. Pantauan media di Gedung Kantor Bupati Kampar mendapati kondisi yang sangat memprihatinkan.
Dari puluhan lampu plafon yang terpasang di lantai tiga hanya beberapa bola lampu yang hidup, sisanya mati dan gelap. Kondisi tersebut terlihat jelas pada Senin (26/10/2026).
Plafon gedung utama pemerintahan Kabupaten Kampar itu tampak kusam, sejumlah titik lampu sudah bolong dan tidak berfungsi, serta pencahayaan di dalam ruangan menjadi tidak maksimal.
Sedangkan, gedung tersebut merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kampar. Setiap hari digunakan untuk pelayanan, rapat, dan aktivitas pemerintahan. Kondisi gelap di dalam ruangan tentu mengganggu kenyamanan pegawai maupun masyarakat yang datang.
“Hanya beberapa yang hidup, sisanya mati semua. Ini pantauan media langsung di Gedung Kantor Bupati Kampar lantai tiga,” ujar salah satu awak media yang berada di lokasi.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tajam publik mengenai perawatan gedung pemerintah. Anggaran pemeliharaan gedung yang setiap tahun dialokasikan melalui APBD dipertanyakan kemana larinya, jika kondisi plafon dan lampu di kantor bupati saja dibiarkan gelap dan rusak.
Ironisnya, gedung yang menjadi wajah Kabupaten Kampar itu justru terkesan dibiarkan tanpa perawatan.
Konfirmasi kepada pihak pengelola gedung, Bagian Umum Setda Kampar, maupun Bupati Kampar Ahmad Yuzar masih diupayakan untuk memperoleh keterangan resmi mengenai kondisi tersebut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.
