Minsel, transparansiindonesia.co.id – Pemerintah Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, menggelar agenda rutin bulanan yakni rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev), bertempat di desa Bojonegoro pada Selasa (27/10/2026).
Kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang, selanjutnya doa buka, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan kemudian laporan singkat dari Penjabat HukumTua desa Bojonegoro, Felma Legi S.Pd.
Dalam laporannya, Penjabat HukumTua Felma Legi menyampaikan terkait kondisi dan situasi desa Bojonegoro termasuk progres pembangunan desa, serta serapan anggaran dana desa maupun alokasi dana desa.
Setelah laporan dari Penjabat HukumTua Bojonegoro, dilanjutkan dengan pemaparan dan penyampaian dari Camat Maesaan, Arnaldo Kewas S.T.
Beberapa hal disampaikan Camat Arnaldo Kewas, dimana yang pertama ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respon dari para HukumTua yang hadir dalam kegiatan Rakorev tersebut, serta juga menyampaikan terima kasih kepada unsur Forkopimca dan lintas sektor serta undangan lainnya yang memenuhi undangan pemerintah kecamatan untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Arnaldo Kewas memberikan apresiasi kepada jajaran pemerintah desa bersama stakeholder terkait dan warga Maesaan atas peran serta dan peran aktif dalam mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif diwilayah Kecamatan Maesaan.
Selanjutnya juga, ia pun mendorong para HukumTua untuk terus mengoptimalkan pelayanan publik, mendorong percepatan penyerapan anggaran dana desa dan alokasi dana desa untuk membiayai berbagai kegiatan pembangunan desa yang hingga saat ini segala kegiatan di desa masih bergantung pada anggaran dana desa.
Kepada para HukumTua yang hadir, Arnaldo Kewas mengatakan agar dapat memberikan ketegasan kepada jajaran perangkat desa untuk lebih optimal dalam kinerja, menjaga soliditas dan kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
“Rakorev ini sangat penting maka dari kehadiran dari para penjabat HukumTua dan BPD sangat diharapkan, termasuk juga unsur Forkopimca dan lintas sektor dan jajaran pemerintahan desa di Kecamatan Maesaan, mendorong para HukumTua untuk lebih mempercepat penyerapan anggaran dana desa untuk membiayai berbagai kegiatan sebagaimana yang tertuang dalam APBDes, dan ini yang paling saya tegaskan agar para perangkat desa untuk lebih mengoptimalkan tugas dan fungsi serta kinerja sebagai bagian dari membantu tugas-tugas HukumTua dalam menjalankan roda pemerintahan desa,” ujar Arnaldo Kewas.
Ia pun mengingatkan kepada para HukumTua untuk selalu mengkoordinasikan dan mengkonsultasikan dengan pimpinan segala hal-hal yang menyangkut dengan pengambilan kebijakan maupun keputusan yang diambil oleh pengambil kebijakan di desa.
Diakhir penyampaiannya, Arnaldo Kewas mengajak kepada seluruh stakeholder terkait, untuk terus dan selalu menjaga kekompakan dan komunikasi dalam rangka mendukung dan mensupport program-program kegiatan kerja pemerintah.
Usai pemaparan dan penyampaian dari Camat Arnaldo Kewas, dilanjutkan dengan penyampaian dari pihak Polsek Tompasobaru yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Bripka Yersen Solang mewakili Kapolsek, dan dari Koramil 1302-18 Tompasobaru yang disampaikan oleh Serka Herry Sicipto mewakili Danramil.
Keduanya menyampaikan terkait permasalahan Kamtibmas dan potensi-potensi gangguan Kamtibmas sehingga mengajak peran pemerintah dan masyarakat desa untuk ikut menjaga stabilitas Kamtibmas diwilayah masing-masing.
Setelah penyampaian dari unsur Forkopimca, dilanjutkan dengan penyampaian dari lintas sektor kecamatan yakni dari pihak BPP, Balai KB, Puskesmas, tim pendamping profesional indonesia kecamatan Maesaan, dan dari tenaga teknis Kementerian Sosial dan tenaga teknis Kementerian Agama.
Dalam kegiatan tersebut juga, diberikan kesempatan kepada masing-masing HukumTua maupun perwakilan desa untuk menyampaikan laporan terkait progres dan situasi desa.
Camat Maesaan dalam giat tersebut juga membuka ruang diskusi dan tanya jawab untuk program kegiatan yang sudah dan akan dilaksanakan.
Tak lupa pula Arnaldo Kewas memberikan edukasi dan mensosialisasikan tentang bahaya Karhutla, yang wajib diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat, pentingnya mencegah terjadinya karhutla apalagi di musim kemarau yang berkepanjangan saat ini.
(Hen)*
