Bamsoet; “Kalau JK Kena Aturan, Cawapres Ideal Dampingi Jokowi Adalah Prabowo, Supaya Tidak ada Lagi Pertarungan Tajam”

by -198 views

Jakarta/transparansiindonesia.com – Politisi Golkar Bambang Soesatyo menilai kalau nama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih menjadi calon terkuat untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada pertarungan pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sejauh ini menurut Bamsoet, begitu ia disapa, JK masih posisi teratas apabila melihat dari survei.

“Cawapres menurut kami yang tertinggi berdasarkan survei memang masih Pak JK. Cuma memang sekarang sedang dikaji apakah aturan kita atau UUD kita memperbolehkan Wapres itu lebih dari dua kali,” kata Bamsoet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/2).

Menurut Bamsoet, dalam aturannya Presiden memang tidak diperkenankan untuk menjabat dua kali berturut-turut, akan tetapi untuk Wakil Presiden aturan tersebut tidak terlalu mengatur seperti itu.

Baca juga:  Keluarga Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan RI dan Veteran Dibebaskan PBB oleh Anies Baswedan

“Walaupun dalam bahasanya dalam UU itu punya presiden tidak boleh menjabat dua kali berturut-turut, tetapi kalau Cawapresnya tidak begitu diatur. Makanya kalau dimungkinkan makanya pasangan ideal untuk 2019-2024 ya Jokowi-JK,” ungkap Bamsoet.

Lebih jauh, Bamsoet mengatakan kalau saat ini Jokowi butuh disandingkan dengan wakil yang mampu mendongkrak elektabiltasnya, bukan malah justru sebaliknya.

“Menurut saya pilihan ideal berdasarkan survei aja kita pakai yang lebih simple aja parameternya yang tertinggi adalah Pak JK,” ujar Ketua DPR itu.

Meski demikian, Bamsoet mengungkapkan, dalam pilpres nanti kemungkinan pertarungan akan terlihat sengit. Maka untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan agar Jokowi-Prabowo bisa dipasangkan untuk menjaga stabilitas keamanan pada pertarungan tersebut.

Baca juga:  Reshuflle Kabinet Jilid 3, Ini Ke 4 Orang Yang Dilantik Jokowi di Istana Negara

“Kalau tidak dimungkinkan yang paling bagus buat bangsa kita supaya tidak ada lagi pertarungan tajam antara para Capres yang kemudian menyisakan luka dan recoverynya lama ya sudah kalau Pak JK tidak boleh maka yang ideal adalah pasangan Jokowi-Prabowo,” tukas Bamsoet.

Dia menambahkan, tanpa ada pertarungan sengit yang berpotensi menimbulkan luka kembali terhadap kelompok-kelompok bangsa kita, pelajaran yang dapat dipetik dari moment Pilpres lalu antara Jokowi dan Prabowo itu cukup lama dan terlihat konflik perlu dua tahun paling tidak untuk kita melakukan recovery itu.   (red/TI)*